Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Pembangunan Jembatan Buluh Ala Basilam Baru Hampir Rampung. Warga Merasa Lega, “Mafia Kayu Tingkatkan Produksi”

ph sitompul
Senin, 14 Jan 2019 12:00 WIB | dilihat: 26600 kali
Foto:

Pembangunan jembatan buluh ala kel. Basilam baru sudah hampir selesai. Jembatan  ini sudah dimanfaatkan pengusaha sawit dan pengusaha kayu olahan produksi ilegal didalam hutan sei sinepis 



Dumai, Riaubangkit.com - Pengerjaan pembangunan jembatan buluh ala kel. Basilam baru kec. Sungai sembilan dumai sudah hampir rampung. Diperkirakan setengah tahun kedepan pembangunan jembatan yang dilakukan pemerintah provinsi riau tersebut tuntas dan dapat digunakan oleh masyarakat dan pengusaha pengguna jasa jalan.

Diperkirakan pengerjaan pembangunan jembatan tersebut kalau tidak ada hambatan faktor alam sudah barang pasti selesai dalam 6 bulan ke depan. Kini kondisi jembatan di buluh ala sudah digunakan masyarakat sebagai akses keluar masuk daerah buluh ala ke dumai. Sebab satu-satunya akses ke dumai harus dilalui jalan PU mulai dari tiangjung kel. Batu teritip hingga sampai kedumai. Dan kondisi letak jembatan buluh hala berada di pertengahan antara dumai dan batu teritip.

Tampak dilapangan jembatan tersebut sudah dilalui pengguna jasa jalan yang menuju dumai maupun mau masuk ke daerah tiangjung dan buluh ala. Warga masyarakat yang selama ini mengeluh untuk mengangkut hasil panen sawit lantaran jembatan buluh ala bangunannya dari bahan kayu (jembatan darurat). Kita khawatir bisa ambruk lantaran bobot muatan mobil pengangkut buah tandan segar sawit kadang mencapai diatas 10 ton kata iman dan parno pengemudi mobil pengangkut sawit saat bincang-bincang dengan wartawan pada jum’at 12/1.

Di jembatan buluh ala menurutnya sekarang sudah merasa nyaman karena jembatan sudah bisa digunakan ujarnya.

Terpisah, lain lagi keluhan yang muncul dari supir mobil penarik gerobak angkut kayu olahan, selama ini setiap melintasi jembatan buluh ala jantung deg-degan lantaran bangunan jembatan dari kayu. Hal senada juga disampaikan parno dan gian, sekarang mobil pengangkut kayu olahan sudah bebas mulus lalu lalang menggunakan jembatan yang baru. Sehingga produksi kayu olahan meningkat bisa ditumpuk banyak-banyak dibeberapa gudang milik toke kayu yang bermarkas di daerah kelurahan tanjung penyembal dan basilam baru.

Beberapa pengamat dan pemerhati kondisi jalan PU lintas dumai tiangjung angkat bicara sebab saat ini pembangunan jalan tersebut belum tuntas baru sampai daerah basilam baru. Sementara sebelum sungai teras sampai tiangjung ada + 35 km masih belum ada pengerasan badan jalan penuh lubang bak kubangan babi. Bila iklim hujan jalan berlumpur mobil pengangkut buah sawit dan mobil pengangkut kayu olahan ilegal dalam hutan sei sinepis terganjal wargapun tidak bisa melintas sebut beberapa pengamat jalan lintas buluh ala tiangjung yang minta tidak ditulis namanya.
Untuk sekarang ini kalau mobil pengangkut kayu hasil olahan didalam hutan sei sinepis yang diduga tidak ada izin merasa naik daun lantaran produksi kayu olahan bisa banyak diangkut dari lokasi sampai ke simpang pule tampa ada hambatan. Diduga mafia kayu olahan yang beraksi didalam hutan negara didaerah sei sinepis kel. Batu teritip semakin berkiprah karena akses jalan kian membaik. Mungkin saja mafia kayu olahan berharap pembangunan jalan PU tersebut bisa berlangsung dan tuntas agar usaha kayu olahan di dalam hutan sei sinepis bisa ditingkatkan produksinya demi meningkatkan keuntungan dan memperkaya diri. Sebab pengusaha kayu ini tidak bayar pajak ke negara. Selain itu “kayu dalam hutan sei sinepis aman-aman diolah”. (Rds)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved