Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Beberapa Kasua Dugaan Korupsi Sampai Saat Ini Belum Ditemui Titik Terang.

Admin
Rabu, 01 Mei 2019 12:00 WIB | dilihat: 2090 kali
Foto:

Keterangan Foto

Kasi Pidsus dan Kajari Kepualan Meranti



Meranti Riaubangkit. Com - Kejaksaan Negeri Meranti (Kajari) Fokus tuntaskan beberapa Berkas perkara Kasus dugaan korupsi diindikasi merugikan Negara yand ditangani pada pertengahan tahun 2018 lalu oleh Kejaksaan Negeri Selatpanjang kabupaten kepulauan Meranti. Senin 29/04/2019.
 
Sebagai mana kita ketahui pada pertengahan tahun 2018 lalu. Kejaksaan Negeri Meranti (Kejari) melakukan Pemerikasan beberapa Kasus Dugaan Korupsi diwilayah Kabupaten Kepulauan meranti. seperti kasus dugaan korupsi di Dinas Perhubungan, kasus korupsi Dinas Pedidikan, kasus korupsi pengadaan alkes di RSUD, dan dugaan korupsi proyek rumah khusus nelayan di desa Mengkirau serta beberapa kasus lainnya yang sampai saat ini belum ditemui titik terang.
 
Selai inyu diketahui pada pertengahan Tahun 2018 pihak penyidik Kejari Kepulauan Meranti terus melakukan proses penyelidikan dan melengkapi berkas perkara, diantaranya seperti melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti yang cukup untuk sampai saat ini belum ada tersangka. 
 
Kajari Meranti Budi Raharjo SH MH ketika didatangi media ini dan beberapa media lainnya untuk Konfirmasi terkait hal tersebut, terkesan belum bisa memberikan tanggapan.
 
"Dari mana, ada apa," Tanya Budi Raharjo saat jumpai dikediamanya tepatnya di sebelah kantor kejaksaan Negeri meranti, Kamis 25/04/2019.lalu.
 
Mendengar dari awak media, Ia langsung mengarahkan untuk bertemu kekasi Intel kejaksaan.
 
"Saya lagi sibuk, sebentar lagi mau berangkat, ketemu sama kasi intel saja," ujarnya.
 
Diwaktu terpisah, menindak lanjuti arahan kajari meranti yang mengarahkan ke Kasi Inteli kejaksaan Negri Meranti Zia Ulfa SH MH ketika dikonfirmasi salah satu kasus dugaan korupsi seperti pengadaan laboratirium multimedia dengan nilai kontrak/penawaran berbasis tingkat SD nilai penawaran, Rp1,3##. ###.### pemenang CV. IJ dan khasus dugaan Korupsi Pengadaan berbasis tingkat SLTP nilai kontrak Rp. 1.6##.###.###  pemenang CV. MB mengaku belum mendapat laporan.
 
"Ini pekerjaan tahun brapa pak? Sampai saat ini kami blm ada terima laporan nya pak," kata Zia Ulfa melalui pesan Wharsapp pribadinya, Senin 29/04 2019 malam. 
 
"Oww baik, kami akan coba koordinasikan dgn pidsus pak..siapa tau pidsus pernah menerima laporan nya," Ujar Zia 
 
Namun Kasi Pidsus Robby Prasetya SH MH, ketika di konfirmasi melalui pesan Whatsapp peribadinya, ia bukam dan 1x24 jam tidak ada tangapan dari Kasi Pidsus hingga berita ini diterbitkan. (Rls/Drm/Tim)


Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved