Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Rapat Terbatas Sengketa Lahan Kebun Sawit antara PTPN V dengan Warga Desa Sinama Nenek,
Presiden Putuskan, Kembalikan Lahan 2.800 ha ke Masyarakat Sinamanenek.

Patar Simanjuntak
Sabtu, 04 Mei 2019 12:00 WIB | dilihat: 30648 kali

 

Pekanbaru, RBC - Lahan perkebunan sawit seluas 2800 ha yang selama ini menjadi sengketa antara masyarakat Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Provinsi Riau, dengan pihak PTPN V segera diserahkan ke masyarakat. Hal itu sesuai dengan hasil keputusan rapat kabinet terbatas, yang langsung dipimpin Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Jumat (3/5/2019) di Kantor Kepresidenan RI, Jakarta.

 

Demikian disampaikan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, SH usai mengikuti Rapat Kabinet terbatas yang diikuti oleh Bupati Kampar, Gubernur Riau Syamsuar dan perwakilan masyarakat Senama Nenek yang bertempat di Kantor Presiden RI Jakarta pada hari Jum'at, 03/05.

 

"Alhamdulillah perjuangan panjang pada hari ini sudah diputuskan Bapak Presiden RI Joko Widodo, untuk segera di proses penyerahannya dan Sertifikat Hak Milik kepada masyarakat", ujarnya.

Rapat Kabinet terbatas tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Para Menko, Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Kepala Staf Presiden, Dirut PTPN V, Gubernur Riau, Bupati Kampar, Kepala Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung, Perwakilan masyarakat, dan undangan penting lainnya.

 

Bupati kampar Catur Sugeng Susanto atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar serta masyarakat menyambut baik dan bahagia atas keputusan yang pro rakyat ini.

Catur juga menjelaskan, bahwa Presiden juga  meminta Pemda Kampar agar secepatnya menyiapkan nama nama masyarakat yang akan menerima lahan tersebut untuk langsung diterbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM), sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum atas lahan dan sekaligus memenuhi rasa keadilan kepada masyarakat. ( dkikpr/pm )



Rekomendasi untuk Anda

If


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved