Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Diperkirakan Merugi Hampir 1 Triliun , PT BSP di Tegur Lagi SKK Migas, Kinerjanya Dinilai Lamban

Redaksi
Senin, 10 Jun 2024 12:36 WIB | dilihat: 14707 kali

SIAK, RBC - Sejak mulai terjadinya kebocoran dan High Pressure System pipa GS Zamrud - Minas beberapa bulan lalu, sampai hari ini penanganan permasalahan tersebut tak kunjung mampu di selesaikan oleh PT Bumi Siak Pusako (PT BSP). Sehingga tentunya bisa diperkirakan telah menimbulkan kerugian negara dan Pemda ratusan Milliar Rupiah bahkan hampir mendekati 1 Triliun Rupiah

 

 

Sebagaimana disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Riau H sugianto, SH pada saat diwawancarai salah satu Channel YouTube beberapa hari lalu mengatakan bahwa 1 hari saja tidak beroperasi PT. BSP akan rugi 10 M, hal itu akibat dari tidak selesainya permasalahan penanganan terhadap bekunya minyak mentah pada sejumlah pipa dilapangan serta kebocoran yang terjadi. Dan buktinya saat ini PT BSP sudah mendapat teguran ke 2 (Dua) dari SKK Migas. 

 

" Perhari ini memprihatinkan sekali, minyak yang dikelola oleh PT.BSP pada beku, perhari saja sudah rugikan negara dan Daerah 10 M, sekarang sudah hari ke 90 artinya sudah 900 M," Terang H.Sugianto yang juga merupakan termasuk salah satu Bursa Kuat Balon Bupati Siak di Tahun 2024 ini

 

 

Dalam broadcast itu juga H. sugianto menjelaskan sepertinya Pemda Siak kurang serius mengurus dan mengawasi BUMD yang mengelola di sektor Migas tersebut, Buktinya saat ini PT. BSP sudah mendapatkan teguran ke 2 (Dua) dari SKK Migas terkait permasalahan yang dihadapi saat ini

 

 

"Pemda Siak membiarkan kepercayaan pemerintah pusat untuk mengelola Sumber Daya Alam di Sektor Migas namanya BUMD PT BSP. 

 

Hal itu tentunya karena kurang diurusnya oleh Kepala Daerah terhadap kondisi yang terjadi saat ini, karena itu merupakan Aset Daerah maka Pemda Kabupaten Siak harus andil dan terlibat dengan serius, jangan sampai melihat ketidakmampuan PT BSP menangani masalah ini, akan berakibat pula diambil alih oleh Pusat nantinya," Tutur H Sugianto lagi.

 

 

Sementara itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia Kabupaten Siak (Forkorindo) sangat prihatin atas tidak mampunya PT BSP menyelesaikan masalah kebocoran dan High Pressure System pipa GS Zamrud-Minas dan menilai bahwa rekanan kontraktor yang ditunjuk menyelesaikan pekerjaan tersebut tidak cakap dan handal, hal tersebut terbukti sampai hari ini permasalahan kebekuan minyak tersebut tidak juga teratasi dan diprediksi merugikan Pemda Siak dan negara hampir 1 (satu) Triliun Rupiah.

 

 

"Kalau beginilah System kerjanya diduga tidak profesional dan serius menangani masalah kebocoran dan High Pressure System pipa GS Zamrud - Minas ini, maka akan dipastikan PAD Kabupaten Siak akan menurun. Ini bukan masalah main-main, apalah gunanya para petinggi PT.BSP dibayar mahal apabila mengatasi permasalahan teknis dilapangan saja tak cakap dan handal serta tidak mempunyai Planning yang matang" Ucap Syahnurdin kepada wartawan (10/06/2024) di kantornya.

 

 

" Kami sebagai masyarakat Siak tentu sangat prihatin ya, terhadap kondisi PT. BSP saat ini terhadap masalah teknis yang terjadi dilapangan, apalagi ini berkaitan dengan PAD Kabupaten Siak kedepannya karena Hasil Minyak Bumi inilah sebenarnya sumber penghasil terbesar utama untuk APBD Kabupaten Siak," Tutup Syahnurdin.

 

 

Untuk diketahui bahwa salah satu teguran yang disampaikan kepada PT. BSP terkait dengan Penanganan High Pressure pada pipa salur (Shipping Line) yang menyalurkan minyak produksi PT.BSP dari GS Zamrud-NBS Minas yang terjadi sejak 2 maret 2024 lalu masih belum dapat terselesaikan. Akibatnya terjadi kondisi Top Tank di GS Zamrud sehingga dilakukan penutupan sumur sejak tanggal 4 maret 2024 sampai sekarang, dan LPO sudah mendekati 500 MB atau hampir 40 juta USD, serta terus bertambah hingga waktu yang belum dapat dipastikan

 

 

Terkait hal tersebut SKK Migas meminta kepada PT BSP salah satu isinya adalah PT BSP harus menggunakan jasa pihak konsultan ketiga yang memiliki Expertise di bidang Flow Assurance, yang sudah pernah menyelesaikan permasalahan sejenis di PHR atau KKKS lain. 

 

Segera melakukan penanganan yang lebih aggressive karena sudah kondisi emergency, seperti penggunaan Chemical atau proses mechanical lainnya untuk titik-titik yang diduga terdapat hard congeal.

 

 

Sampai berita ini di terbitkan, awak media ini mencoba menghubungi pihak manajemen PT BSP, namun belum dapat dihubungi

 

 

Laporan: Hadie/Udin



Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved