Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Persukuan Batin Gasib ingin lahannya Kembali

Drs PH Sitompul
Selasa, 31 Mar 2020 12:00 WIB | dilihat: 4237 kali
Foto:

foto ; ilustrasi 



PEKANBARU- RBC - Persukuan Batin Gasib bersama tim penyidik Kepolisian Daerah Riau meninjau dugaan penggelapan lahan kebun kelapa sawit pola KKPA oleh Koperasi Rimba Mutiara (KRM).

“Hak lahan perkebunan kelapa sawit seluas 336 hektare yang seharusnya milik Persukuan Batin Gasib untuk 168 KK sampai saat ini tidak ada dibagikan oleh pengurus lama KRM yang diketuai Sofyan Ahmad”, kata penerima kuasa persukuan Batin Gasib Muhammad Suir Yusuf, yang ikut menemani tim penyidik Polda Riau belum lama ini, di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau.

M Suir Yusuf sebagai anak keponakan Persukuan Batin Gasib mengaku melaporkan penggelapan lahan ke Polda Riau tanggal 16 Desember 2019 lalu. Lahan seluas ratusan hektare untuk program pola kredit koperasi primer anggota (KKPA) PT Kimia Tirta Utama (KTU) itu terangnya merupakan hak adat tanah ulayat, namun tidak satupun dari ratusan KK batin gasib mendapatkan haknya.

Ratusan calon anggota penerima KPPA terangnya dibuktikan pada tahun 2013 silam di Kota Pekanbaru dengan bukti data KK dan kartu tanda penduduk masyarakat tempatan agar mendapat kaplingan seluas 1,6 hektare per KK.

Hak-hak Persukuan Batin Gasib diinginkannya dapat diperoleh kembali berdasarkan hak adat tanah ulayat. Pihaknya menegaskan akan terus berjuang mendapatkan kembali lahan tersebut demi kepentingan masyarakat Koto Gasib.

M Suir Yusuf juga berharap tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Ditreskrimum Polda Riau dapat menuntaskan kasus dugan pengelapan lahan kebun kelapa sawit oleh terlapor Sofyan Ahmad dan rekan-rekannya. /Khaidir

(***)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved