Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Hiduplah Selalu Merendah

Redaksi
Rabu, 17 Jun 2020 12:00 WIB | dilihat: 5897 kali

*Sedih bacanya ... Tapi itulah kenyataan hidup yg harus dihadapi.....*

----------

Artikel bagus nih buat direnungkan.. 👇

 

*PERLU DIRENUNGKAN :*

Orang tua yg katanya banyak makan asam garam, mengerti semuanya, namun sejatinya mereka seperti anak-2 yg tidak mengerti tentang masa tua. 

 

*Banyak orang tua yg tidak mempersiapkan diri menghadapi perjalanan masa tua ini.* 

 

Manusia sejak menginjak usia 60 tahun mulai memasuki masa tua, sebelum hari benar-2 gelap kita harus mengingat beberapa pemandangan yg akan dihadapi, sehingga hati lebih siap dan tidak galau.

 

*# PEMANDANGAN PERTAMA*, ketika usia makin tua kita menyadari bahwa makin sedikit orang orang yg ada disamping kita, generasi orang tua kita telah tiada, generasi kita juga banyak yg sudah tidak mampu merawat diri sendiri, generasi muda punya kesibukan sendiri, bahkan mungkin suami atau istri sudah jalan lebih dahulu.

 

Yang menemani kita hanyalah hari hari yg kosong melompong, kita harus belajar untuk hidup sendirian dan menikmati kesendirian tsb.

 

*## PEMANDANGAN KEDUA*, Perhatian masyarakat makin lama makin kecil, tidak peduli dulu betapa gemilangnya karir kita, betapa terkenalnya kita, setelah uzur kita menjadi kakek atau nenek biasa saja. Lampu-2 tidak lagi menyoroti kita, karena itu belajarlah untuk duduk disudut yg tenang, mengagumi keriuhan generasi muda, dan kita tidak boleh dan harus menanggulangi rasa cemburu atau rasa galau kita.

 

*### PEMANDANGAN KETIGA*, jalan didepan banyak bahaya yg menghadang, patah tulang, stroke, alzheimer, kanker dsb, semua itu mungkin menghampiri kita, mau menolakpun sulit, karena itu kita harus belajar berdamai dgn penyakit-2 itu, belajar hidup bersama penyakit, berteman dgn penyakit, jagalah suasana hati, tugas kita adalah berolah raga yg cukup, selalu memompa semangat kita sendiri.

 

*#### PEMANDANGAN KEEMPAT*, hidup diatas tempat tidur, kembali ke situasi seperti waktu kita kecil. Ketika ibu melahirkan kita, diatas tempat tidur, setelah melewati kehidupan yg penuh kesulitan dan lika liku, akhirnya kita kembali ke awal....

Tempat tidur, menerima perawatan orang lain. 

 

Yang berbeda dulu kita dirawat ibu, namun nanti belum tentu ada keluarga yg merawat kita, walau ada tentu jauh beda dgn perawatan seorang Ibu, besar kemungkinan yg merawat kita adalah perawat yg wajahnya tersenyum namun hatinya jengkel, kita tetap harus merendah dan berterima kasih

 

*##### PEMANDANGAN KELIMA*, 

 

Sebelum malam, *tahap terakhir* perjalanan hidup itu makin gelap, tentunya ini mempersulit kita melangkah, karena itu setelah usia 60 kita harus bisa *"take it easy "* terhadap kehidupan, nikmati hidup ini, syukuri yg ada, tidak usah terlalu peduli pada hal-2 yg remeh, tidak usah terlalu peduli pada urusan kecil anak cucu, persiapkan suasana hati sehingga bisa menghadapi perjalanan ini dgn alami dan wajar.

 

*SELAMAT MENJALANI HARI TUA DENGAN BAHAGIA DAN*

 *SELALU MENDEKATKAN DIRI PADA SANG PENCIPTA

 

*JANGAN MUDAH TERSINGGUNG DAN MARAH MARAH  nanti makin tidak ada yang menemani kita ☝

 

*Artikel bagus, baik sekali dibaca dan dipahami  para lansia.*👍👍👍

@ Dari WA



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved