Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Hari Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII Diperingati di Pagar Batu

Redaksi
Kamis, 18 Jun 2020 12:00 WIB | dilihat: 8080 kali
Foto:

 

Suasana upacara memperingati Hari Wafatnya Raja Sisingamangaraja XII ke 112 di Pagar Batu, Balige, Senin (17/6). ORBIT/Bernat



Balige-RBC- Raja Sisingamangaraja XII yang gugur pada 17 Juni 1907 dalam memperjuangkan kemerdekaan, merupakan salah satu Pahlawan Nasional, berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 590 tanggal 19 November tahun 1961.


Untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan Pahlawan dari Tanah Batak itu, yang bergerilya selama sekitar 30 tahun (1878-1907) melawan tentara penjajah kolonial Belanda, Pemkab Toba Samosir (Tobasa) melakukan upacara ziarah nasional untuk memperingati 112 tahun gugurnya Raja Batak tersebut.

Upacara yang juga dihadiri sejumlah elemen masyarakat dari keturunan marga Sinambela itu dilaksanakan di Komplek Makam Raja Sisingamangaraja XII, di Pagar Batu, Balige, pada Senin (17/6) pagi.

Sebagai Inspektur Upacara, Ir Darwin Siagian, Bupati Tobasa, mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta mengenang jasa dan perjuangan Raja Sisingamangaraja XII yang gugur di daerah Sionom Hudon, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Tampak Darwin Siagian melakukan tabur bunga dan meletakkan karangan bunga di makam Raja Sisingamangaraja XII yang berdampingan dengan makam kedua putranya, Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi yang turut gugur dalam perang tersebut.

 

Terlihat hadir ziarah di antaranya Ny Brenda Ritawati Darwin Siagian, Wakil Bupati Hulman Sitorus bersama istri, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo SIK, Koramil 17 Balige Kapt Inf P Pardede, unsur Pimpinan DPRD Tobasa, Plt Sekda Harapan Napitupulu, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pantauan, sejak awal hingga selesai upacara memperingati Hari Wafatnya Pahlawan itu, situasi khidmat dan teduh tampak mewarnai seluruh peserta.

Sekadar catatan, Pahlawan Raja S.M Raja XII gugur dalam Perang Batak bersama putranya, Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi serta putrinya Boru Lopian dan dimakamkan di Tangsi, Tarutung, Tapanuli Utara.

Namun pada 17 Juni 1953 tulang belulangnya dimasukkan ke monumen nasional di Pagar Batu, Balige, Kabupaten Tobasa.  (ORBIT)

oleh Redaksi/RBC



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved