Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Dalam Peninjauan Kekilang Sagu Dan Kilang Arang, Bupati Kabupaten Meranti Menggunakan Atap Daun Rumbia Dari Produk Lokal

Admin
Jumat, 15 Mei 2020 10:28 WIB | dilihat: 11167 kali
Foto:

Bupati Kabupaten Kepulaun Meranti Saat Melakukan 

Peninjauan Ke Kilang Sagu Dan Kilang Arang 



Meranti Riaubangkit.com - Pohon sagu atau biasa disebut pohon rumbia memiliki Potensi ekonomi yang sangat besar. Selain batangnya yang bisa diolah menjadi sagu, Ampasnya dapat diolah menjadi pakan ternak, kulitnya bisa dijadikan perabotan bahkan daunnya sejak lama dimanfaatkan sebagai atap rumah.
 
Potensi ekonomi pohon rumbia ini telah lama digarap masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Terutama potensi batang yang diolah menjadi sagu dan berbagai produk turunan serta potensi daun yang dianyam menjadi atap.
 
"Sayangnya sekarang banyak masyarakat kita tidak mau menggunakan atap daun sagu lagi, akibat serbuan produk atap pabrikan," ungkap Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir saat melakukan peninjauan langsung beberapa waktu yang lalu.
 
Dijelaskan Drs H. irwan bahwa atap daun sagu membuat suhu dalam rumah lebih dingin dan nyaman di siang hari. Selain itu, rumah yang menggunakan atap daun bernilai seni tinggi karena tampak sangat alami. Beda dengan atap pabrikan terutama seng dan asbes yang cenderung panas di siang hari.
 
"Untuk itulah kita menghimbau masyarakat untuk kembali menggunakan atap daun rumbia ini. Terutama kilang sagu yang berlokasi dekat perkebunan sagu, dan kilang atau bangsal arang yang banyak berdiri di kampung-kampung," jelas Bupati.
 
Tidak hanya itu, dalam peninjauan tersebut Bupati Drs H Irwan mengatakan akan menginstruksikan dinas terkait, Camat dan Kepala Desa untuk mengedukasi pelaku usaha kilang sagu dan arang agar menggunakan atap daun rumbia. Meski tidak sekuat atap pabrikan seperti seng dan spandek namun atap daun sagu bisa bertahan lama bila dipasang dengan rapat dan baik.
 
"Saya kira bisa sampai dua atau tiga tahun juga bila dipasang dengan lebih baik dan lebih rapat. Kalau untuk rumah yang atap daun, akan hemat energi karena suhunya sudah sejuk sehingga tidak perlu pasang AC," paparnya.
 
Terakhir Drs H Irwan M.Si menegaskan, yang terpenting dengan banyak bangunan yang menggunakan atap daun, maka kegiatan kerajinan atap daun akan tumbuh kembali dan memberi dampak ekonomi kepada masyatakat desa. 
 
"Terlebih yang banyak menganyam atap ini adalah ibu-ibu rumah tangga. Jadi, akan sangat membantu ekonomi keluarga bila permintaan atap daun ini bergairah lagi," tegasnya.
 
Terlebih di tengah lemahnya Keadaan Ekonomi akibat dampak wabah Covid-19. Bupati berpesan dan mengimbau kepada masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk-produk buatan masyarakat lokal.
 
"Saat Ekonomi melemah akibat Dampak Covid-19. Warga hendaknya mengunakan produk tempatan, agar Ekonomi daerah tetap Berputar." Pungkasnya. (ADVERTORIAL).


Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved