Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Halau Masyarakat di Tenayan, Plt.Kasat Pol PP Jual PDI-P dan Presiden Jokowi

Redaksi
Selasa, 11 Agus 2020 01:04 WIB | dilihat: 855 kali
Foto: Video Feri Sibarani

Pekanbaru (RBC) - Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)Kota Pekanbaru Burhan Gurning menjual-jual nama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat menghalau masyarakat yang melaksanakan kegiatan di Komplek Kawasan Industri Tenayan (KIT) Sabtu (31/7/2020) lalu.

Dari vidio yang sudah beredar dimedia sosial tersebut pada menit ke dua pejabat Kota Pekanbaru yang juga kepala Dinas Pemadam Kebakaran ini juga menyebut-nyebut nama presiden Jokowi.

Peraturan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga mengatur bahwa pegawai negeri sipil dilarang berpartai, namun suami anggota DPRD kota Pekanbaru Jepta Sitohang dari Partai Demokrat ini dengan lantang menyebut dirinya orang PDI-P.

Didalam undang-undang No 5 Tahun 2014 juga melarang pegawai Aparatur Sipil Negara (termasuk PNS) dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Jika ada PNS yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik, maka akan diberhentikan tidak dengan hormat.

Ketentuan ini dipertegas dalam Pasal 9 ayat (2) UU ASN yang berbunyi: Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. ... Pasal 2 ayat (1) PP 37/2004 dengan tegas mengatakan: Pegawai Negeri Sipil dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

Dari putaran vidio terdengar percakapan antara Burhan Gurning selaku Plt Kasad Pol PP dengan Holden Siagian selaku Kuasa Hukum Masyarakat Batin Tenayan, dimulai dari menit 2.15 detik.

Buhan Gurning : Sekarang yang megang pemerintahan ini PDI-P pak, tonjolkan itunya" sebutnya dengan mimik kesal.

Holden Siagian : Apanya mau ditonjolkan, kira apanya yang salah ini pak Gurning" jawab Holden.

Burhan Gurning : Lae tau saya orang PDI- P, Jokowi Presiden" sebut Burhan.

Holden Siagian : Bukan masalah presiden dibawa bawakan disini, ngak ada urusan di situ, ini urusan pemda.

Burhan Gurning : Hargai saya disini"

Holden Siagian : Kaitanya apa pak gurning, justru menghargai makanya kami datang. tegas Holden.

Tidak tau, apa yang harus ditonjolkan menurut perdebatan Burhan Gurning dengan Holden tersebut. Namun yang jelas, Burhan Gurning menyebut-nyebut nama partai PDIP dan Presiden Jokowi.

Ketua Ranting PDI- Perjuangan Labu baru Timur Jannes Simbolon kepada www.Beritaintermezo.com menyayangkan statemen Plt Kasat Pol PP Kota Pekanbaru.
"Saya minta pejabat ini diperiksa oleh KASN, dia sudah mengangkangi UU ASN, apalagi hal memalukan itu dikatakan pada khalayak ramai," tegas Jannes.

Dia juga berjanji akan melaporkan ke atasannya di partai PDI- P. Jannes beralasan, bahwa istrinya Gurning Politisi Demokrat, jadi sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Apalagi, kata Jannes, tidak ada kaitan Partai dengan tanah di tenayan.

"Ini beda. Ini harus diusut, apa yang merasuki Burhan sampai membawa bawa PDI-P," Tukas Politisi PDI - Perjuangan ini.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDI- P Kota Pekanbaru Henra Marpaung mengutuk keras pernyataan Kasat Pol PP Kota Pekanbaru. "Saya selaku wakil Ketua DPC bidang Hukum Partai, mengutuk keras pernyataan Burhan Gurning dalam vidio saat ada semai/ ziarah masyarakat di Tenayan, kita meminta agar Kasat Pol PP meminta maaf secara terbuka kepada kader dan partai, jangan mengaku ngakulah, kalau dia orang PDI- P tunjukkan kartu anggota, ini ada upaya penggiringan seolah PDI- Perjuangan bermain di lahan yang disengketakan," sebut Henra .

Dilanjutkannya, "Saya minta agar Walikota mengevaluasi anak buahnya Burhan Gurning, jangan libatkan partai dengan Lahan KIT, bekerjalah sesuai Tupoksi, apalagi membawa bawa- bawa nama Presiden, sekali lagi saya tegaskan, tidak ada Partai PDI- P di belakang / membekap oknum - oknum yang bersengketa," sebutnya.

Ketika ditanyakan apa rencana kedepan, Hendra Marpaung didampingi Jannes mengatakan akan koordinasi dengan rekannya di DPC PDI-P.

"Kita koordinasi dulu dengan pengurus Partai dan mungkin ketua umum, Kita (PDI- P,red) sangat dirugikan karena dia membawa bawa Partai PDI- P dan Presiden di permasalahan lahan antara masyarakat dengan Pemko Pekanbaru," ujarnya.

Di tempat terpisah, Burhan Gurning saat di konfirmasi terkait hebohnya percakapan membantah bahwa tidak mengatakan dia anggota partai PDI- P. "ya lae...yang saya bilang, lae itu anggota PDIP, Maksud saya...lae, lae itu anggota PDIP...bukan saya. Yang saya bilang, ingat kali saya... Lae itu orang PDIP....jgn di rekayasa...." jawabnya di saluran WA Pribadinya.

Burhan justru menuding bahwa orang aja yang mengada ada. "Lae paham lah....zaman saat ini semua bisa dilakukan orang." Tulis Burhan Gurning menjawab konfirmasi media ini.***(intrtmezo.com/darmawilis)





Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved