Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Ternyata Acong pemilik usaha pabrik Nata De Coco kelabui Anggota dewan Kampar dan wartawan

Redaksi
Selasa, 20 Okt 2020 04:59 WIB | dilihat: 56892 kali

Kampar Riau. - Acong pemilik usaha nata de Coco teryata telah berbohong kepada beberapa anggota dewan Kampar , Acong haya menunjukan haya salah,satu tempat gudang penyimpanan Nata De Coco yang sudah sejak bertahun-tahun iya, jalan kan Tampa ada izin usaha yang cukup .

 

Ketika anggota DPRD dari komisi III Zufan Azmi kabupaten Kampar lewat via telepon seluler hp ; +62 821-1555-9XXX nya,mengatakan kalau di waktu kita lakukan sidak di lokasi pabrik yang, beralamat di Di Desa Karya indah kec Tapung kab Kampar Riau., Acong tidak menunjukan tempat pabrik nata De Coco yang satu itu 

 

 

Kalo perlu kita akan lakukan sidak lagi kelapangan.yang mana sebenarnya beberapa anggota DPRD kabupaten Kampar sudah pernah turun langsung ke lapangan guna untuk melakukan sidak pada hari rabu.14 Oktober 2020 Minggu yang lalu jadi , kalo itu menurut masyarakat meresahkan warga sekitar nya bila perlu kita akan, lakukan sidak ke lapangan lagi ujar Zufan Azmi, yang beralamat tidak jauh dari km.VI/ RT.04/RW.36 tapung salah satu pabrik Nata De Coco yang membuang limba langsung ke sungai tersebut namun Acong haya mengatakan kepada wartawan pada saat itu kalo tempat pabrik yang satu itu bukan atas nama dia kita haya lakukan sidak sesuai dengan surat yang sudah ada ucap Azmi . 

 

Menurut hasil konfirmasi dengan beberapa instansi terkait Ketua dewan kabupaten Kampar." Acong tidak memberitahu kepada beberapa anggota dewan DPRD Kampar langsung."kalo ada salah satu lokasi pabrik yang satu tersebut namu ada dari rekan-rekan media menayakan terhadap pabrik yang tak jau dari tempat Gudang penyimpanan Nata De Coco ,pada saat itu." Acong mengatakan ada satu pabrik lagi itu bukan atas nama dia namu atas nama orang lain.

 

Sedangkan Basri Selaku RT.36 / RW.04 setempat mengatakan tempat pabrik yang satu nya itu tidak memiliki izin , ketika di tanya apa kah ada Acong meminta izin atau memberitahu kalo Acong mau bukak usaha pabrik nata de Coco tersebut tidak ada ucap RT tersebut , ironisnya dari mna Acong bisa mendapatkan izin yang dia tunjukkan kepada anggota dewan pada saat sidak itu kalo dia tidak pernah mentak surat pengantar dari RT dan RW untuk mengurus ss izin usaha nya tersebut hal ini perlu qngg dewan Kampar pelajari lagi .

 

 

Pabrik yang satu itu lah yang membuang limbahnya mengalir ke aliran sungai sehingga membuat baik busuk." yang sering di gunakan tempat anak-anak mandi tersebut diduga tidak memiliki izin usaha sama sekali dan limbah nya berwarna kehitaman menimbulkan mambu baik busuk yang menyengat tersebut adalah milik Acong namu nama pemilik nya bukan dia tapi dia juga yang punya pabrik tersebut ucap RT.36/RW.04 tersebut ketika di konfirmasi melalui via telepon seluler hp 0822-6818-5XXX nya.

 

Ketika di konfirmasi camat Tapung ,Amri Yudo melalui via telepon seluler hp : 852-7809-7XXX. nyamembenarkan kalo warga sekitar keberatan terhadap adanya lokasi pabrik Nata De Coco tersebut." karena mengeluarkan mambu, bauk busuk sehingga masyarakat sepakat untuk meminta bapak catur Sugeng selaku Bupati segera menyegel pabrik tersebut dan warga sekitar sudah kelayakan surat ke bupati Kampar ujar camat tapung tersebut.

 

 

Besar harapan masyarakat agar instansi dari dinas terkait seperti dinas perizinan pelaku usaha., dan satpol PP Polresta Kampar dan Polda Riau., Serta kelompok masyarakat dan TNI agar segera mengambil langkah sebagai mana mestinya Perusahan yang tidak layak dan merugikan masyarakat dengan ada nya membuat lingkungan tersebut membuat polusi udara menjadi berbauk busuk sehingga akan besar kemungkinannya akan, mengundang penyakit maka, masyarakat sepakat untuk di tutup ujar nya, ketika di konfirmasi oleh awak media .

 

 

 

Acong alias Hendrik hanya menunjukkan satu gudang penyimpanan barang dari pabrik saja , pabrik yang ada membuang limbahnya bauk busuk yang mengalir langsung ke aliran air sungai tersebut tidak di tunjukkan oleh Acong kepada anggota dewan Kampar tersebut.

 

 

Maka dari itu Acong seolah-olah merasa berita-yang di buat oleh media online japos.com,tersebut hoax sehingga dia merasa benar di hadapan anggota dewan dan beberapa wartawan pada saat itu.

 

 

 

sampai-sampai Acong melayang kan surat somasi ke pimpinan japos, namu sepandai-pandainya, manusia menyimpan bangkai busuk." Ahir nya tercium juga, begitu lah sifat licik Acong untuk mengelabuhi anggota dewan yang melakukan sidak pada hari Rabu,14 Oktober 2020 ,"Acong pemilik usaha pabrik nata de Coco mengaku yang di beritakan oleh japos.com tersebut tidak benar ternyata." setelah terbongkar rahasia Acong tidak bisa, berkutik lagi , pemberitaan oleh media online japos.com," tersebut sudah mencukupi standar pekerjaan sebagai jurnalis dan pers mencari ., memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyiarkan

 

Pemberitaan yang di lakukan oleh pihak media online japos.com yang diuraikan di dalam buyi beritanya sudah benar." karena itu kami rasa apa yang di beritakan oleh media japos.com tersebut sudah mencukupi formil maupun materiil dalam kegiatan sebagai mana pekerjaan seorang jurnalis terhadap pemberitaan Perusahan pabrik Nata De Coco elegal tersebut.

 

sedangkan Acong pemilik usaha nata de coco ketika di konfirmasi mencoba menghubungi nya di nomor 0823-2891-2XXX hari ini selasa 20 oktober 2020 sekitar pukul 03:00 wib." dan Hambali kepala dinas perizinan kabupaten kampar hp: +62 812-6889-8XXX nya tidak di angkat belum dapat di hubungi lagi .sampaiberitw ini di tayangkan .

 

Via WhatsApp : 082170333336 

Jika ada yang ingin bertanya terkai pemberitaan ini silakan hubungi di nomor kami di atas terimakasih buat seluruh pembaca .

 

Penulis : Ansori



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved