Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
PJI tulisan

Redaksi
Kamis, 12 Nop 2020 02:48 WIB | dilihat: 1063 kali

Topik : Memutus Hubungan dengan Virus Copid - 19, Diperlukan Gerakan 3 M (Memakai, Meucuci  Tangan dan Memjaga Jarak).

 

Angel : Semua harus patuh terhadap 3 M supaya terhindar dari Cobid -19

 

Latar belakang masalah : Akhir-akhir ini sangat gencar digalakkan gerakan 3 M di tengah masyarakat mulai dari televisi maupun di media masa dan media sosial. Selalu diingatkan agar tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. 

Ini cara untuk memutus hubungan dengan virus copid -19.

 

Masyarakat perlu diberikan pengertian dan kesadaran agar bisa memahami bahaya covid -19

 

Informasi awal ; Bulan September 2020 telah dibubarkan Gugus Tugas Penanganan covid 19. Dan Walikota Pekanbaru Firdaus telah MENGELUARKAN SK pembentukan Satuan Tugas Penanganan covid 19 yaitui SK No ; 510 tahun 2020. Keruanya tetap Walikota PekanbarunH Fitdaus ST MT..

 

Salah satu tugas pokok Satgas vovid 19 adalah akan mengkampanyekan Gerakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghidari kerumunan. 

 

Dalam rangka itu Satgas akan merangkul semua komunitas masyarakat uuntuk urut serta bekerja menyampaikan pesan 3 M ini kepada masyarakat umum dengan tujuan utama perubahan priilaku. Dampak dari pemberlakuan 3 M ini akan kita lihat nanti. Apakah membawa dampak negatif atau membawa positip terhadap kehidupan masyarakat. Kita juga akan melihat sejauh mana Satgas menerapkannya di tengah masyarakat.

 

Nara Sumber ;

  1. H.Firdaus,St.MT Ketua Satgas Penanganan Covig - 19 Kota Pekanbaru sekalgus Walikota Pekanbaru.
  2. Ketua DPRD Pekanbaru  Hamdani dari PKS
  3. Kepala RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau dr. H. Huzelly Husnedi di Pekanbaru 
  4. Ketua DPC PBB Kota Pekanbaru Tumpu Parulian Sihaloho salah satu Komunitas Organisasi Kepemudaan di Pekanbaru. .
  5. Penjahit Masker (Home Industri) Ibu Renita dan pen jual Masker Neng Anggi.
  6. Seorang penjaja ikan asin dari rumah ke rumah mama Winda br. Hutauruk.
  7. Pengamatan langsung di lapangan.

 

 

Taksasi Biaya ;

  1. Biaya transporasi pakai mobil Avansa, biaya makan, minum kopi dan puding untuk 1 orang wartawan peliput dan 1 orang Photografer selama dua Minggu diperkirakan Rp 2.500.000. (Dua juta lima ratus ribu rupiah). Ini biaya untuk mewancarai Nara sumnber
  2. Biaya lain-lain/tak terduga  Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).
  3. Total pengeluaran selama peliputan sebesar Rp 2.750.000 (Dua ja tujuh ratus lima puluh ribu rupia
  4. IDE

Kebijakan 3M sangat besar dampaknya terhadap masyarakat, terutama mengubah perilaku masyarakat.

 

 

 

 

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved