Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Jgg

Redaksi
Kamis, 12 Nop 2020 09:32 WIB | dilihat: 26 kali

Pekanbaru 07 November 2020

 

Kepada Yth :

Bapak Kapolri

Kepala Kepolisian Republik Indonesia

 

Cq. Propam Mabes Polri

Cq. Kepala Bidang Pengawasan Kepolisian Republik Indonesia

 

Dengan Hormat

Saya sebagai Korban Pelapor, mohon kepada bapak Kapolri untuk menindaklanjuti laporan saya sebagai berikut.

 

1.Saya mewakili dari keluarga besar kami secara pribadi dari keluarga saya,atas dugaan kuat beberapa hal laporan saya di wilayah hukum Polda Riau yang tidak jelas jejak hukum nya samapi saat ini, yang terutama di polres kota Pekanbaru terhadap kejahatan yang melawan hukum berdasarkan merujuk pasal 77b junto 76b undang-undang RI tahun 14 perubahan dari undang-undang RI nomor.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.dengan bukti surat laporan STPLK/102/II/2018/Riau/ Resta Pekanbaru.

 

2.yang kedua laporan atas pengeroyokan terhadap diri saya pada saat saya melakukan liputan di dinas perhubungan kota Pekanbaru jalan Sutomo dan terjadi kekerasan pada saat itu sehingga mengakibatkan surat kabar dari media merdeka news dirobek oleh oknum pelaku dan baju mengakibatkan rusak.laporan merujuk pada pasal 170 KUHP ayat 1.berbunyi barang siapa melakukan kekerasan terhadap orang maupun barang dengan tenaga bersama-sama atau lebih dari satu orang di muka umum.dengan bukti laporan B/STPL/349/XII/2017/Riau Resta Pekanbaru/sektor Lima puluh.laporan nomor LP/136/K/XII/2017/Riau Resta Pekanbaru p/ sek Limapuluh tanggal 13 Desember 2017 atas nama Ansori.

 

3.Yang ketiga pengeroyokan terhadap diri saya kembali TKP beralamat di desa simalinyang bertempat di lokasi SPBU-284-61 0-7 , desa simalinyang kabupaten Kampar kiri hilir km 30 ."yang telah dilaporkan di Polsek Kampar kiri/ hilir.bukti laporan :/ STTP/52/X/2020/Riau/ Kampar/sek KKH, tanggal 21 Merujuk pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap diri seorang maupun barang yang di lakukan oleh tenaga bersama-sama atau lebih dari satu orang di muka umum.

Baca juga:
Jfhg
Kgkgk
Igg

 

yang ingin saya sampaikan kepada bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, memohon agar laporan resmi masyarakat kecil agar di tidak lanjutin sesuai undang-undang yang berlaku karena laporan saya sudah pernah sampai bertahun-tahun namu kami selaku masyarakat Republik Indonesia yang mempunyai hak dan indentitas yang premanen elektronik e-KTP di akui oleh undang-undang dasar negara republik Indonesia. Sudah melaporkan seperti yang kita uraikan di atas tersebut ."maka dari itu kita berharap pihak instansi penegak hukum khususnya kepolisian republik Indonesia agar tidak tebang pilih untuk menegakan keadilan di negeri yang kita cintai ini. " saya berharap agar bapak, Kapolri jenderal besar Republik Indonesia agar menindaklanjuti dan menindak tegas para oknum mafia diduga dari polisi nakal tersebut." Terimakasih dengan segala hormat saya ucapkan terimakasih.

 

Kepada bapak selaku jenderal besar Republik Indonesia bidang kepolisian penegakan hukum meminta bantuan, agar kasus yang sudah kami yang,sudah kami laporkan selaku masyarakat Republik Indonesia ini."memohon kepada bapak Kapolri Idham Azis agar segera ditidak lanjuti kebenarannya,dan kami hanya mencari keadilan yang seadil-adilnya sesuai undang-undang dasar yang sudah diatur oleh undang-undang nomor 45 tentang hak kebebasan dan kemerdekaan NKRI bagi seluruh rakyat Republik Indonesia dalam hal ini." kami berharap kepada pihak kepolisian bidang pengawasan dalam kurung Propam Mabes Polri untuk segera menindaklanjuti laporan kami yang mana sudah sering ada nya laporan kami yang di petik kemas kan oleh oknum-oknum polisi tersebut. bertahun-tahun tidak ditindaklanjuti bagi kami masyarakat yang ingin hendak mencari keadilan kami membuat laporan ini berdasarkan kami selaku masyarakat warga kenegaraan Republik Indonesia." masih mempercayai penuh Kepolisian Republik Indonesia. agar tidak terjadi hal yang yang melebar maka dari itu kami sengaja membuat laporan resmi kepada instansi Kepolisian Republik Indonesia di mana, masing-masing tempat kejadian tersebut .

 

 

demikianlah laporan ini kami buat dengan yang sebenarnya dan tidak ada membuat skenario baikpun paksaan dari pihak manapun kami membuat dengan sebaik-baik mungkin.

 

" maka laporan ini disertai dengan materai 6000 dibubuhi tanda tangan saya pelapor Ansori.

 

 

Tembusan : Persiden Republik Indonesia .                            

 

Tembusan : kepala ombudsman Republik Indonesia.

                                         

Tembusan : DPR RI

 

 

                                           TTD

                        

 

                                       ANSORI



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved