Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Jangan Abaikan, 3M Akan Cegah Penularan Covid-19

Redaksi
Sabtu, 28 Nop 2020 08:07 WIB | dilihat: 2007 kali

Oleh ; Martin Hulu

Wartawan SiagaOnline.com

 

 

Kasus Covid-19 yang sedang melanda dunia, dan terkhusus Negara Republik Indonesia dapat di lihat bahwa musibah non alam ini belum adanya kepastian dari pemerintah pusat baik daerah kapan akan berakhir. Maka untuk itu, kita terus di tuntun selalu mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai virus corona ini.

 

Protokol Kesehatan (Prokes) ini sangat berharga dan wajib dituruti oleh kita semua. Siapa pun orangnya wajib mematuhinya dari kesadaran masing-masing. Kalau tidak patuh sama Prokes, apa jadinya. Semua rakyat Indonesia dengan kesadaran sendiri tanpa dipaksa. 

 

Karna Protokol Kesehatan. Suatu rambu-rambu yang kita patuhi bersama di dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Tidak ada salahnya bila kita memakai masker setiap hari, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan sesama. Perilaku seperti inilah yang diharapkan agar terjadi perubahan di tengah masyarakat.

 

Perubahan apa yang diharapkan dari masyarakat dengan memakai 3M ini? Yang utama adalah perubahan dari tingkah laku masyarakat itu sendiri. Apakah masih tetap seperti dulu atau apakah sudah berubah. 

 

Di Pekanbaru sendiri. Dapat kita lihat sebagai contoh beberapa Paguyuban Masyarakat seperti Paguyuban Suku Nias yaitu Orahua Nias Nusantara (Onur) terlihat setiap pengurus memakai Masker saat adanya agenda-agenda pertemuan pengurus, dan mematuhi Prokes sesuai anjuran pemerintah. Bahkan Onur sendiri terlihat di masa pandemi ini mengambil bagian seperti pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 beberapa waktu lalu.

 

Bukan hanya itu saja, rasa kepedulian Onur kepada sesama terbukti. Untuk memutus mata rantai virus corona atau Covid-19 membuat Masker yang bermerek (Onur) untuk dibagi-bagikan kepada sejumlah warga.

Hal seperti inilah sudah terilihat ada kesadaran dari perilaku masyarakat itu sendiri akan pentingnya kesehatan. 

 

Di rumah ibadah juga demikian halnya. Semua jemaat yang datang menempati kursi yang disediakan. Pengaturan jarak satu hingga satu setengah meter. Semua jemaat tetap pakai masker. Saat bernyanyi dan mendengarkan firman Tuhan jemaat tetap pakai masker. 

 

Bahkan diera Covid-19 terlihat trend saat ini pada warga. Masing-masing menunjukkan gaya masa kini dengan memakai masker. Warga-warga tampil dengan gayanya menunjukkan masker yang dia pakai. Ada yang dengan harga mahal ada juga yang biasa. Semuanya berlomba untuk memakai yang benar, jangan asal dipakai. Biar murah, asal dipakai yang benar itu juga bagus.

 

Salah satu contoh lain di tengah masyarakat yang tampak sudah berubah. Contoh kecil. Ada yang menyebut kalau tidak pakai masker kayaknya ada yang kurang. Itu sudah menjadi kebiasaan beberapa bulan ini. Tak perlu lagi harus diawasi oleh petugas atau Satgas yang disiapkan pemerintah. Otomatis masyarakat sudah pentingnya menggunakan 3 M. Semoga!



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved