Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
ANTISIPASI PENGANGGURAN : Pemuda Ujung Tanjung, Lakukan Dialog Dengan Perusahan Dan Perbankan

Redaksi
Rabu, 06 Jan 2021 03:46 WIB | dilihat: 236 kali

Rokan Hilir - Riaubangkit.com

Kepengurusan  Pemuda Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih  Kabupaten Rokan Hilir yang dinahodai Indra Pratama menggelar Dialog Kepemudaan Tentang Tenaga Kerja dengan sejumlah perusahan yang beroperasi di wilayah Ujung Tanjung,di aula pertemuan Hotel Bit Ujung Tanjung  Rabu 06 januari 2021  yang dimulai pukul 09.30 wib.

Dialog ini digelar dikarenakan terkesan  para pemuda merasa  sulit mendapatkan pekerjaan dengan kondisi pada saat ini.  Dengan banyaknya perusahaan yang beroperasi di wilayah kepenghuluan Ujung Tanjung melakukan aktivitasnya, akan tetapi   jumlah pengangguran  masih banyak dilingkungan masyarakat  setempat.

 

Dialog yang ditaja oleh  Pemuda Ujung Tanjung ini  terlihat turut hadir  dari Disnaker Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Kepala Bagian Hubungan Industrial Juni Rahmad, Anggota DPRD Rohil Hj Rusmanita, Sekretaris kepenghuluan Ujung Tanjung Nazirman, Babinsa, Bhabinkamtibmas ujung Tanjung Ketua pemuda  Ujung Tanjung Indra Pratama didampingi kepengurusan lainnya  , ketua Bpkep Ujung Tanjung , perwakilan  pihak perusahaan dan per bankan serta para pemuda dan perwakilan keelemenan masyarakat Kepenghuluan Ujung Tanjung .  

 

 

 

Pada sambutan pembukaan , Joko Prayitno Sekretaris Pemuda Ujung Tanjung dalam mengatakan, dialog ini bertujuan agar warga yang berdomisili di Ujung Tanjung bisa mendapatkan perhatian dari perusahaan yang beroperasi di Ujung Tanjung. Terutama para pencari kerja .

 

Menurut joko Prayitno , banyak perusahaan yang ada  beroperasi di wilayah ujung Tanjung sekitarnya  terkesan banyak memakai tenaga kerja dari luar daerah ujung Tanjung yang di pakai oleh perusahaan. Sedangkan  putra daerah Ujung Tanjung  pengangguran masih tinggi. Sedang terlihat tenaga kerja yang dibutuhkan adalah non skil, namun perusahaan tetap membawa tenaga kerja dari luar daerah.

 

"Seperti yang terjadi 2019 lalu, ada tiga orang warga kita bekerja disalah satu perusahaan diberhentikan tanpa alasan jelas. kami selaku pengurus Pemuda mempertanyakan kepada perusahaan tapi gak bisa beri alasan yang jelas. Ternyata informasi yang kami dapat, mereka telah memasukkan 5 orang dari luar," paparnya.

 

Joko memaparkan, dari 10031 orang jumlah penduduk Ujung Tanjung, 6734 orang diantaranya telah berusia 17 tahun keatas. Jumlah pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan dan masih produktivitas untuk bekerja, tidak tamat sekolah 153 orang, SMP 75 orang, SMA 171 orang dan Sarjana 47 orang.

 

Lanjut joko Prayitno mengatakan ,  Kami dari pengurus keoemudaan selama ini tahu diri, kami menuntut yang sesuai dengan kemampuan kami, masa supir dan tukang sapu pun harus dari orang luar daerah ujung Tanjung " sebutnya tegas. " akhir sambutannya.

 

Sementara itu, Nazirman Sekretaris Penghulu ujung Tanjung merasa prihatin dan meminta agar hal ini jadi perhatian bersama seluruh pihak baik perusahaan maupun pemerintah. Menurut Nazirman , dialog ini merupakan ide yang baik untuk bisa bekerjasama.dengan para pihak perusahaan yang melakukan kegiatan usahanya di wilayah Kepenghuluan Ujung Tanjung .

 

"Harapan kami pengertian perusahaan ada,  hari ini setiap perusahaan laporkan berapa orang karyawan kita yang ada, terimalah masyarakat kami sesuai kebutuhan perusahaan," pintanya.akhir penyampaian sambutan nya.

 

Hj Rusmanita dari Anggota DPRD Rohil menambahkan, dalam Perda Kabupaten Rohil, untuk perusahaan yang beroperasi di Rohil wajib menerapkan 40 persen tenaga kerja lokal. Namun kenyataannya, sampai hari ini perda tersebut tidak dijalankan oleh perusahaan. Oleh sebab itu, Hj.Rusmanita  meminta agar Dinas tenaga kerja (Disnaker) Kabupaten Rohil bertindak tegas kepada perusahaan yang melanggar aturan itu. Rusmita juga meminta agar perusahaan di Ujung Tanjung juga mengutama kan pekerja dari Ujung Tanjung.

 

"Kepada Disnaker kami  dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  ( DPRD)  Rohil juga meminta tolong agar nama nama perusahaan dan nama-nama masyarakat yang bekerja di Rohil, dilakukan pendataan yang akurat , sehingga kita dapat  mengetahui secara pasti dan akuntabilitas . Selama ini  tidak pernah diberitahu oleh Disnaker. Jadi sekali lagi kami mohon Disnaker transparan terhadap masyarakat," tandasnya yang terkesan sindirian yang menyebutkan  Disnaker Rohil tidak  sesuai tufoksinya.

 

Liputan : Aminuddin 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved