Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kepsek SD negeri 18 dan SMP negeri 3 Tuatap tualang keluhkan kekurangan lokal untuk wali murid.

Redaksi
Senin, 11 Jan 2021 07:29 WIB | dilihat: 74 kali

Siak, RBC - Budiman.S.Pd, kepsek SDN no 18 tualang kab Siak ketika di konfirmasi terkait dengan prokes menjelaskan kepada awak media , itu sudah barang pasti karena sesuai dengan arahan dari dinas kesehatan, kalo untuk prokes sudah dari sebelumnya memang kita sudah sangat patuhi aturan pemerintah pusat baikpun daerah wilayah Siak , karena kita tidak mau anak-anak kita Siwa dan siswi ini , nanti tertular virus covid-19 tegas nya.(11/01/2021)

 

 

 

maka dari itu kita, selalu terapkan Protokol Kesehatan seperti mengecek, suhu tubuh sebelum masuk ke dalam halaman sekolah ini." Kalau suhunya melebihi dari 37,3 makanya kita antar ke Puskesmas dan kita kembali kepada orang tua mereka dulu dan kita siapkan Mejah dan kursi di depan pintu, masuk itu tadi gunanya untuk mengecek suhu tubuh Siwa/siswi. terus kita juga mengharuskan anak siswa kita untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sebelum memasuki kelas nya masing-masing. dan selain itu juga.kita sudah mengatur jarak meja, dan kursi tempat duduk mereka belajar seperti bapak liat saat ini ."selain Protokol Kesehatan Covid-19 kita juga melarang ada nya berjualan keliling masuk ke lingkungan sekitar sekolah ini, baikpun Kantin memang tidak kita boleh kan jadi anak-anak siswa, siswi kita sarankan untuk membawa, makanan atau nasi dari rumah masing-masing karena kalau ada orang dari luar yang berjualan Tampa kita cek suhu tubuh mereka takut nya orang tersebut tidak mematuhi aturan kesehatan kita disini dan memang gak kita boleh kan ada orang berjualan karena akan ada pemborosan buat anak-anak murid kita apalagi di masa pademi covid 19 saat ini ekonomi keluarga mereka sangat sempit disini rata-rata orang anak buru pekerjaan perkebunan ucap nya lagi .

 

 

ucap Budiman kepada Ansori dari salah satu media online pekanbaru tersebut di ruangan perpustakaan."sekaligus dibuat tempat ruang guru tersebut karena memang ruangan guru atau kantor untuk guru-guru kita, sampai saat ini memang belum ada tutup Budiman tersebut. 

 

Lain, halnya dengan keluhan Efrial.S.

P.d, kepsek SMP Negri 3 tualang kab Siak ini, menyampai kan sama awak media Ansori juga. sebenarnya kita ini masih sangat membutuhkan 3 lokal lagi karena, peningkatan murid kita memang bertambah dari tahun sebelumnya, yang saya kuatir kan, nanti kalo, ada penambahan wali murid lagi di tahun 2022 macamana lagi kami mau menerimanya nanti kalo tidak kita terima orangtuanya komplin sama kita dibilang pula kita pilih kasih menerima wali murid ucap nya."padahal lokal kita memang tidak mencukupi ujar nya Kepada awak media.

Dulu memang ada dibuat penambahan lokal namun entah kenapa tiba-tiba tidak jadi di laksanakan oleh Kadisdik , kalo menurut nya dana nya gak cukup lagi karena di alihkan ke covid-19 ini 

 

Sedangkan SMP Negeri 3 Satu Atap Tualang yang berada dalam satu kompleks dengan SD Negeri 18 Meredan sangat mendambakan penambahan ruang kelas baru ( RKB). Sekolah tersebut."sekarang mempunyai 6 rombel , sedangkan ruang kelas yang ada hanya 3. Sekarang sekolah itu menggunakan ruang kantor majelis guru yang disekat dua dan ruang musholla untuk belajar. Keadaan ini sangat tidak nyaman karena sempit dan mengganggu kegiatan ibadah. SMP Negeri 3 Satu AtapTualang sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk menambah 3 ruang belajar supaya siswa bisa belajar dengan nyaman dan tenang. Jika tahun ini." tidak ada penanbahan ruang kelas baru, maka mulai 2021 penerimaan siswa baru terpaksa dikurangi menjadi 1 rombel saja atau maksimal. 32 orang tutup Efrial.

 

Penulis : Ansori



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved