Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Diduga Fiktif proyek pengadaan bibit bambu Diminta Kejaksaan Usut Tuntas Dinas DLH

Redaksi
Selasa, 19 Jan 2021 08:55 WIB | dilihat: 288 kali

Inhu-Rbc,Dana yang bersumber dari APBD tahun 2019 untuk pengadaan bibit dan upah tanam yang dilaksanakan oleh OPD dinas lingkungan hidup tak terlihat riwayatnya .

     

    Selasa 19 Januari 2021 Tampak tak ada satupun hidup bambu yang di tanam melalui kelompok tani MASDARLING( Masyarakat Sadar Lingkungan).

    

    Ini membuat wartawan Riaubangkit.com curiga apakah bibit ada atau tidak dan dikerjakan atau tidak , dan langsung turun ke lapangan untuk croscek .

     

 

     Berdasarkan hasil konfirmasi kepada salah satu masyarakat yang enggan disebut namanya " saya asli warga bukit selanjut saya memang tak melihat satu batang pun bambu hasil penanamanya yang tumbuh dan saya tak pernah melihat ada bibit bambu di sekitaran danau selanjut," ungkap masyarakat yang tak mau menyebut siapa namanya.

 

      Ini menambah kecurigaan pihak awak media , bahkan saat duduk di depan kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil membahas bahkan sampai mengatakan ini dugaan fiktif, karena pembicaraan dan buah bibir awak media, pasalnya yang dibicarakan adalah proyek bambu yang berasal dari Dinas Lingkungan hidup.

     

    Dalam papan plank tertera bambu berjumlah 840 batang dengan rincian bambu apus berjumlah 506 batang, bambu petung berjumlah 101 batang dan bambu ampel kuning berjumlah 233 batang.

 

     Dengan demikian wartawan Riaubangkit.com konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan hidup, dan mengatakan bahwa pengadaan dan penanaman ada.

   "bibitnya ada bahkan sudah di tanami dan ini berdasarkan swakelola dan masyarakat yang ikut kelompok tani bernama MASDARLING(Masyarakat Sadar Lingkungan) bahkan untuk upah sudah di transfer ke rekening kelompok tani MASDARLING(Masyarakat Sadar Lingkungan) , mungkin dimakan hama karna masih banyak di sana gajah, kalau tak percaya saya panggilkan agus selaku ketua pelaksana ".Ujar Ir. Selamet.

     

       "memang sudah terealisasi itu dan dana itu sekitar hampir RP.200 juta'an dan itu dikelola oleh kelompok tani MASDARLING " ungkap Agus selaku tim TPK Dinas Lingkungan Hidup .

   

       Bahkan saat di konfirmasi melalui whats app Camat kelayang Amdrianto "Itu kegiatan kabupaten, konfirmasi langsung aja sama OPD yg bersangkutan..

 

 

Mohon maaf karena bukan menjadi kewenangan saya menjelaskan" tegas Amdrianto selaku camat kelayang.

 

        

   Dan saat wartawan Riaubangkit.com konfirmasi dengan Boyke Sitinjak Selaku Dinas Inspektorat "Saya lagi flu..... kuatir saya ketemu orng. Karena covid ini tak tahu sumbernya.... masukkan saja pengaduan, ke satpam, nanti kita TL." ungkap Boyke sitinjak .

      

      Diminta Kepada Kejaksaan Negri Rengat, Inspektorat dan Dinas terkait agar menindak lanjuti proyek pengendalian hutan dan lahan berupa penanaman bambu.



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved