Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
PTPN V kenang sosok Haidir Anwar Tanjung

Hendra Ambarita
Jumat, 22 Jan 2021 04:42 WIB | dilihat: 244 kali
Foto: Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa memberi sambutan dalam kegiatan Tribute to Haidir Anwar Tanjung, Jurnalis detik.com sekaligus penulis buku Bonita Hikayat Sang Raja, di Venue Tennis PON PTPN V, Kota Pekanbaru.

Pekanbaru, RBC- PT Perkebunan Nusantara V dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Tribute to Haidir Anwar Tanjung, Wartawan senior detik.com di Riau, sekaligus penulis buku "Bonita Hikayat Sang Raja" yang wafat pada November tahun lalu.

Chief Executive Officer Jatmiko K Santosa mengaku bangga karena perusahaan yang ia pimpin menjadi tuan rumah dalam perhelatan kegiatan tersebut. Sosok Haidir Tanjung dikenangnya merupakan wartawan penuh dedikasi dengan karya jurnalistik yang luar biasa.

“Almarhum merupakan sosok yang ulet dan gigih. Secara pribadi, beliau adalah salah seorang jurnalis yang pertama kali saya temui saat mulai memimpin PTPN V dua tahun lalu 2019”, kata Jatmiko, di Venue Tennis PON PTPN V, Kota Pekanbaru, Rabu (20/1/2021).

Diceritakannya, saat itu ia menjanjikan untuk memaparkan seluruh program-program PTPN V, hingga pencapaian atas kebijakan dan rencana yang telah ditetapkan. Pihaknya secara pribadi mengaku ingin melunasi hutang informasi itu, sebab PTPN V kini telah naik kelas dan semakin dekat untuk menjadi yang terbaik.

“Tentunya itu tidak terlepas berkat dukungan semua insan pers, khususnya Haidir Anwar Tanjung”, ungkap Jatmiko.

Melihat bagaimana insan pers di Kota Pekanbaru terutama di Provinsi Riau menyusun dan melaksanakan kegiatan mengenang Almarhum Haidir Tanjung, Ia percaya (Haidir) merupakan sosok luwes yang dapat diterima oleh siapapun dan memberi manfaat dikalangan masyarakat.

Almarhum dinilai telah memberi manfaat, baik melalui karya-karya tulisannya yang sering berfokus pada penyelamatan alam di media, hingga terakhir Almarhum berhasil merampungkan buku Hikayat Sang Raja - Bonita, yang peresmiannya langsung diluncurkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

“Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Maka kami yakin bagi insan Pers di Riau dan seluruh sahabat, serta kita yang mengenal beliau, nama Almarhum akan selalu di hati dan doa”, ujar Chief Executive Officer Jatmiko K Santosa.

Sementara, Jurnalis Harian Kompas di Riau Syahnan Rangkuti yang juga sahabat almarhum, mengenang bahwa sahabatnya ibarat kepompong karena bermetamorfosis dari ulat, kepompong, dan telah menjadi kupu-kupu. Namun saat baru saja terbang tinggi, dia harus kembali.

Syahnan sekaligus ketua panitia Tribute to Haidir Tanjung turut mengucapkan terima kasih kepada perusahaan BUMN yang telah menyiapkan lokasi serta seluruh akomodasi kegiatan.

“Ada beberapa lokasi yang sebelumnya dijajaki untuk mengumpulkan setiap sahabat untuk mengenang sosok almarhum. Untuk itu terima kasih kepada PTPN V”, imbuh Syahnan.

Kegiatan Tribute to Haidir Anwar Tanjung berlangsung khidmat. Sejumlah Tokoh-tokoh Pers, Jurnalis, serta unsur Forkopimda Riau yang juga sekaligus sahabat almarhum, hadir dalam kegiatan tersebut dengan mengedepankan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan).

Diketahui, Haidir Tanjung menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis 19 November 2020 sekitar pukul 22.00 WIB lalu di RS Eka Hospital, usai mendapat penyakit serangan jantung.

Sebelum wafat, ia baru saja merampungkan karya tentang upaya konservasi harimau dan penanganan konflik manusia vs harimau di Sumatera. Buku itu diberi judul "Bonita: Hikayat Sang Raja". Di dalam buku itu, Haidir Tanjung  menuliskan rekam jejak konflik Bonita vs Manusia yang merepotkan semua orang, Pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan hingga media massa.

Atas dedikasinya, Haidir Anwar Tanjung diganjar penghargaan Lifetime Achievement Award (penghargaan prestasi seumur hidup) dari Kementerian LHK Republik Indonesia.

(end)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved