Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Telegram Kapolri Ahirnya Dicabut

Redaksi
Rabu, 07 Apr 2021 10:14 WIB | dilihat: 50 kali

JAKARTA, RBC — Kepolisian Republik Indonesia akhirnya membatalkan Surat Telegram Kapolri yang berisikan 11 poin tentang pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik yang mengatur tentang pelaksanaan liputan dengan nomor Surat telegram ST/750/IV/HUM 3.4.5./2021 itu sebelumnya diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tanggal 5 April 2021

 

ADVERTISEMENT

 

Surat telegram tersebut salah satu isinya yaitu melarang media menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan, dan diminta media menayangkan kegiatan kepolisian bersipat yang tegas, namun tetap humanis.

 

Pembatalan Surat Telegram tersebut Selasa 6/4/2021 sore, yang dilakukan oleh Kapolri Nomor ST/759/IV/HUM 3.

4.5./2021.

 

Dan Surat tersebut ditandatangani oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono atas nama Kapolri.

 

 

Surat Telegram Kapolri sebagaimana referensi nomor empat di atas itu berisi tentang pelaksanan peliputan bermuatan kekerasan/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik dinyatakan resmi dicabut/dibatalkan kapolri

 

Melalui telegram itu, para kapolda UV Kadivhumas Polri di seluruh wilayah, agar melaksanakan dan memedomani apa isi dari telegram tersebut

 

Pembatalan Telegram itu soal pelaksanaan peliputan yang cukup banyak mendapatkan kritik dari berbagai pihak, Ucapnya

 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono sebelumnya juga mengatakan, surat telegram tersebut dikeluarkan agar kinerja polisi di seluruh jajaran makin baik, Jelasnya

 

Rusdi menjelaskan surat telegram itu ditujukan kepada semua kapolda guna untuk jadi perhatian kepala bidang humas jajaran Polri

 

Rusdi menyatakan bahwa aturan itu berupa petunjuk arah sedangkan Jukrah itu hanya untuk kalangan internal, tutupnya. (d19)

 

 

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved