Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
PROYEK PDAM TIRTA SIAK RUSAK JALAN DARMA BAKTI DAN GANGGU PENGGUNA LALU LINTAS JALAN

Ali Amran
Rabu, 15 Sep 2021 05:12 WIB | dilihat: 93 kali

PEKANBARU,
RBC - Proyek Utilitasi, atau Pembangunan jaringan pipa air minum milik Perusahaan Dagang Air Minum (PDAM) Tirta Siak Pekanbaru merusak bahu jalan Darma Bakti kec payung sekaki pekanbaru dan menganggu arus lalulintas jalan. 14/9/2021.

Kegiatan yang tidak menggunakan plang nama Proyek itu hampir 1 bulan belakangan sangat menganggu kepentingan umum, yakni terjadinya kemacetan parah setiap hari di sepanjang jalan Darma Bakti (Sigung-gung kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru).

Kemacetan pun di perparah akibat pekerja proyek yang melakukan penggalian itu, diketahui juga merusak bahu jalan dengan cara membelah dan memotong, serta menggali kurang lebih 50 Centi Meter (CM) lebar jalan dengan menggunakan alat potong mesin yang dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat.

Fakta lapangan ini langsung diliput oleh awak media ini, dengan menyaksikan langsung proses penggalian tanah dan jalan aspal yang turut di bongkar setelah dipotong menggunakan alat mesin potong. Diduga tidak mengantongi izin pembongkaran fasilitas umum yaitu pemotongan jalan aspal yang menyebabkan penyempitan pada bahu jalan Darma Bakti Sigung-gung, awak media melakukan konfirmasi kepada seorang mandor lapangan, (Nasir), namun saat dipertanyakan terkait izin dan legalitas lainya, termasuk plang nama Proyek yang tidak diketahui publik, Nasir hanya dapat menjawab, Silahkan ke Kantor Tirta Siak Pekanbaru pak.

,"Saya tidak punya wewenang menjawab pertanyaan itu pak, silahkan datang ke kantor PDAM Tirta Siak Pekanbaru, dijumpai pak Hendri, itu pesan yang saya terima apabila ada pihak yang datang dilapangan bertanya," kata Nasir yang terlihat kurang respon dengan awak media itu.

Dari pengamatan langsung awak media, ditemukan beberapa dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek pembangunan jaringan pipa air minum milik PDAM Tirta Siak Pekanbaru, yaitu adanya perusakan jalan umum, menyebabkan penyempitan bahu jalan sehingga menyebabkan kemacetan parah.

Kedua, akibat pekerjaan tersebut terganggunya seluruh pengguna jalan raya dan tidak ada konvensasi apapun dari pihak pelaksana kegiatan. Ketiga, diperkirakan terjadi kerugian keuangan Negara akibat adanya pengrusakan jalan aspal Darma Bakti dengan cara memotong, sehingga diperkirakan akan ada potensi mengurangi nilai belanja modal pemerintah dari APBD Pemko Pekanbaru untuk pembangunan jalan yang seharusnya masih dapat di manfaatkan.

Ke empat terganggunya Kegiatan usaha masyakarat yang terdampak gangguan proyek, sehingga mengurangi bahkan menghalangi aktifitas ekonomi para penggiat usaha kios, toko dan lainnya di sepanjang sisi jalan Darma Bakti Sigung-gung kecamatan Payung Sekaki.

Dugaan perusahaan pelaksana tidak mengantongi izin-izin, ialah yakni karena di lapangan tidak terlihat beberapa informasi perizinan yang seharusnya wajib di pasang di areal proyek agar masyarakat mengetahuinya. Terutama izin menggali ruang atau bagian-bagian jalan umum sebagaiamana terdapat dalam Permen PU nomor 20 tahun 2010 tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan. 

Kemudian Kegiatan tersebut juga diduga kuat tidak mengantongi izin membongkar/merusak fasilitas umum, sehingga diperkirakan dapat melanggar ketentuan dalam Permen PU nomor 29/PRT/M/2006, Permen PU nomor 12/PRT/M/2014 dan Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang perubahan Perpres nomor 12 Tahun 2021 tentang pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan dan terakhir UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Atas hasil tugas dan pantauan Pers ini, Redaksi aktualdetik.com dan DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) telah mengirimkan surat konfirmasi kepada PDAM Tirta Siak Pekanbaru di Jalan Sudirman Pekanbaru, namun hingga berita ini dimuat, pihak PDAM Tirta Siak Pekanbaru belum merespon konfirmasi tersebut. (adc/red/aldi)

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved