Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Banyak Cara Hadapi Covid - 19

Redaksi
Sabtu, 25 Sep 2021 04:08 WIB | dilihat: 213 kali

Banyak Cara Hadapi Covid - 19

Oleh : Drs Pamtas Sitompul

 

 

Ada banyak cara yang dilakukan orang untuk menghadapi Covid - 19. Diantaranya membangun optimisme dan jangan panik. 

Perbanyak membaca untuk memperdalam pengetahuan tentang virus ini. 

Kita perlu tahu apa itu virus covid - 19 yang katanya mematikan. 

Semua jenis virus termasuk virus covid-19 merupakan benda mati. Hanya bisa hidup di media hidup. Tidak bisa hidup menempel di benda mati. Artinya, dia tidak bisa berkembangbiak di benda mati.

Lalu, bagaimana cara penularannya? Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi covid -19 mengeluarkan droplet yaitu cairan flu atau ludah lalu terkena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering.

Kalau baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Intinya kalau sudah mengering, virusnya akan mati. 

Bila berjabat tangan, walau tangan ini termasuk bagian hidup, akan tetapi selama dropletnya kering dan dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut.

Maka, jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan sabun, air panas, air asin, atau cairan cuka dan asam. Virus ini dan jenis virus lainnya tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja.

Virus juga tidak bisa hidup di air panas, air asin, cuka, atau cairan asam. Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E sepeeti brokoli dan kelor dan vitamin C seperti jeruk, mangga dan lainnya. 

Sementara bagi yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat.

Tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker dan tumor.

Sedangkan bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah, karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus.

Tidak semua yang sakit musti ke rumah sakit. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif, cukup mengonsumsi vitamin dan antibiotik. Tidak perlu ke Rumah Sakit, karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.

Tidak perlu stres dan panik, justru antibodinya akan lambat berproduksi,. Hanya membuat seseorang jadi mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat kondisi jiwa yang tersugesti lalu membuat tubuh lemah.

Virus tidak bisa hidup diatas sembilan jam. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya, itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet disana maka cukup dibersihkan saja. 

Demikian juga Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali.

Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam. Karena sel memorinya akan menampilkan data, bahwa orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi. ***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved