Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Inilah Sejarah Sitompil Sibange-Bange Datu Manggiling di Maransar Tapanuli Selatan

T
Minggu, 03 Okt 2021 10:40 WIB | dilihat: 878 kali

Oleh : Drs PH Sitompul

 

 

Keturunan Raja Toga Sitompul kini ada dimana-mana. Jangankan di Indonesia di negara adi daya sekalipun mereka ada. Di Singapura, Malaysia dan negara lainnya seperti Jepang sekalipun mereka ada.

Di tanah perantauan alias Tano Parserahan hidup dan bermasyarakat

Mereka bisa menyesuaikan dengan masyarakat setempat.

Sejenak kita melihat ketrunan marga Sitompul. Raja Toga Sitompul memiliki satu orang adek kandung yaitu marga Hasibuan.

Anak Raja Toga Sitompul punya satu orang yaitu Raja Hobolbatu.

Anaknya empat orang yaitu Lumban Toruan, Lumbandolok Siringkiron dan Sibange-bange.

Anak paling bungsu ini memiliki tiga orang anak yaitu Saribu Raja, Datumanggiling dan Raja Tinaruan.

Bonapasogit ada di Desa Sitompul. Sekarang ini disebut Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utaran Sumatera Utara.

Darisinilah mereka pergi mangarerak meranatu ke negeri orang.

Kebanyakan mereka merantau ke luat Pahae. Ada juga yang pergi ke daerah Sibolga dan ada juga ke daerah Porsea dan Adiankoting dan darah laiinya.

Awalnya, sitompul eksodus ke daerah Pahae secara besar-besaran.

Kehidupan du luat Pahae jauh lebih menjanjikan ketimbang di Bonapasogit.

Sekarang nanyak perantau marga sitompul yang ada di Jakarta, Medan dan Riau dan tanah perantauan lainnya yang menyebut Luat Pahae Bona Pasogiynya.

Sebab mereka sudah berasal dari Pahae.

Ada juga sebetulnya tapi lebih tepat disebut Desa Sitompul sebagai bona pasogit. Di Desa Sitompul sudah dibangun tugu raja sitompul dan sebagai pertanda keberadaan marga sitompul.

Dimana pun dia berada saat ini dia pasti mengingat Desa Sitompul sebagai boma pasogit.

Kita kembali ke Tarombo Datumanggiling.

Ada pertanyaan. dari mana asal muasal Datu Manggiling. Ada juga lobu sitompul di Marassal kabupaten tapanuli selatan

Menurut Jasa Sitompul Sarjana hukum Master hukum bahwa marga sitompul datu manggiling tersebut berasal dari Pahae.

Dia salah seorang kuasa hukum yang menangani perkara Lobu Sitompul Marassar Tapanuli Selatan.

Ini penjelasannya.

Seorang marga sitompul Datu Manggiling pergi ke Sungai Sibulan-bulan.

Mereka datang dari Janji Angkola Pahae Tapanuli Utara.

Datu Manggiling ini sebenarnya untuk mencari ikan. Tentunya dia bukan sendiri.

Akhirnya dia tidak pulang. Sepanjang gari, minngu dan bulan nahkan tahun dia terus menelusuri Sungai Sibulan-bulan.

Di pertengan sungai Sibulan-bulan bertemu dengan Sungai batang Toru.

Dia berkenalan dengan seorang gadis boru Siregar.

Bertepatan putri Lobi Siregar seorang Raja yang diberi nama Harajaon Maransar.

kckcmcmc

Pada saat perang Padri 1816,Raja Lobi Siregar Baumi Meninggal Dunia, Kemudian digantikan Oleh Putranya yang Masih Muda Beliau yaitu Raja Kalibatoel...

Mengingat Raja Kalibatoel masih Sangat Muda maka Dimohonkanlah Sitompul Sibange bange Datu Manggiling agar tetap di Luat Marancar khususnya di Lokasi Pertahanan Raja Lobi, untuk menjaga Dua Buah Gua yang disebut Liang Baja.atau Gua.

Gua itu merupakan Tempat Pertahanan, Tempat Peralatan Perang Beserta Barang Barang Berharga Milik Kerajaan.

Atas Permintaan Mora/Hula Hula Siregar Baumi Marancar maka Sitompul Sibange bange Datu Manggiling Tetap Bertahan di Lokasi/Lahan Tersebut

Sehingga Hingga Saat Ini Tempat Tersebut Umum Menyebutnya"Lobu SITOMPUL" 

Rancang/Roncang Batu, Nama dimaksud berasal dari Nama Keturunan Sitompul Sibange bange Datu Manggiling

Waktu terjadinya perang Padri. Tuanku Rao berperang dengan Harajaoan Maransar.

Tujuannya agar seluruh harajaon itu harus bergama Islam. Pendek cerita Kerajaan Marassar dikalahkan oleh Tuanku Rao.

Terjadilah kesepakatan yaitu harajaon menjadi beragama Islam. Dan Tengku Rao kembali ke Sumatera Barat. Dan Raja Lobi Siregar mengawinkan anak perempuannya dengan Datu Manggiling.

Dan kepada datu manggilu

ing diminta jangan lagi pulang l

ke Pahae.

Kepada Datu Mangiging diberikan sebidang tanah sebagai panjaean atau bekal hidupnya dan disuruh menjaga Liang Baja atau yang disebut Gua.

Gua ini tempat penyimpanan alat-alat pertahanan perang dan berharga. Gua ini masih ada hingga sekarang.

Soalnya, barang peninggalan Harajaon Marassar ini sudah pada habis diambil pemburu harta berharga atau harta karun.

Dan masih ada saksi menemukan satu buah piring yang disebut Pinggan Pasu namanya Pak Sangkot.

Masa mudanya dia ke Goa tersebut.

Beberapa waktu lalu dia bersaksi di Pengadilan Negeri Padang Sidimpuan.

Pinggan Pasu ini dijual seharga 5 juga rupiah yang yang menemukannya.

Zamam semakin canggih dan hanya menyebutnya sebagai sejarah doang. Sekarang ini adalah zaman fakta. Kalau ada orang beetanya mana faktanya dan mana datanta

Karena itu pada tahun 2008 dibuatlah keabsahanny melalui jalur hukum.

Adalah Zulfikar seorang pemangku Harajaon Marassar tahun 2008. Zulfikar mengumpulkan marga sitompul dan menjelaskan sejarah Lobu Sitompul seperti diutarakan di atas

Kemudian dibakukan sesuai dengan hukum yang berlaku sekarang ini.

Itulah sejarab singkat Tarombo Sitompul Sibange - bange Datu Manggiling di Maransar Tapanuli Selatan. ***

 

 

 

 

 

.

 

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved