Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Fiat justitia ruat caelum:
Walaupun Langit akan runtuh hukum harus di tegakan

Apul Sihombing
Selasa, 26 Okt 2021 12:54 WIB | dilihat: 578 kali
Foto: Pratisi Hukum & Pimpinan Umum RBC

Fiat justitia ruat caelum:

Istilah ini akrab dikalang Praktisi dan akademisi Hukum yang berarti hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh.
Lantas pertanyaanya
Lembaga mana yang kita harapkan menegakkan Hukum itu?
Bagaimana cara menegakkan hukum itu?
Aspek aspek apa saja yang menjadi alat ukur dalam menegakkan hukum itu?

Ketika kita kaji berdasarkan teori keadilan dan asas praduga tak bersalah pada Pasal 8 ayat (1) UU Nomor
48 Tahun 2009
Kekuasaan Kehakiman (presumption of innocence) yang mengandung arti tidak ada siapapun yang berhak menghukum orang lain bersalah tanpa putusan hukum yang berkekuatan tetap. Peradilan bertujuan untuk mencari kebenaran Materil yang sejati (materiil waarheid) yang membuat terangnya sebuah peristiwa hukum yang diadili, berbicara Peradilan disini adalah kewenangan mengadili oleh hakim peradilan (lembaga pengekan hukum) berbicara lembaga penegakan hukum disini ada prangkat hukum yaitu undang_undang, aparat hukum, pranata hukum dan masyarakat, bagaimana cara menegakkan hukum? ada dua bentuk pertama terhadap hukum perdata (hukum privat): pengadu atau penuntut mengajukan gugatan melalui Panitra Pengadilan, Kedua Peradilan Pidana: penuntut atau pelapor melapor melalui Penyidik (Polisi, KPK, Kejaksaan, PPNS) oleh karena itu dapat kita pahami bahwa lembaga Hukum itu adalah Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) aparat hukum ialah Penyidik disetiap instansi, Jaksa, Pengacra dan Hakim.

Terkait Hukum Pidana Aspek-aspek yang menjadi alat ukur adalah, Peristiwa, Alat bukti, Perbuatan, Setiap orang dan kemampuan bertanggung jawab (cakap hukum) pertama tentang Peristiwa: apakah peristiwa itu Pidana atau bukan bagaimana utk mencarinya bisa kita lihat pada KUHAP tentang Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini pasal 1 ayat (5), keuda mencari tersangkan dan alat bukti bila penyelidik menyimpulkan bahwa peristiwa itu Pidana maka selanjutnya ditingkatkan kepenyidikan, Penyidikan sendiri adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya pasal 1 ayat (2) setelah Penyidikan dinyatakan lengkap maka selanjutnya Perkara dilimpahkan ke Kejaksaan (Penuntut Umum) adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini dengan permintaan supaya diperiksa dan diputus oleh hakim di sidang pengadilan, selanjutnya diteruskan ke Pengadilan untuk mengadili Perkara oleh Hakim Mengadili adalah serangkaian tindakan hakim untuk menerima, memeriksa, dan memutus perkara pidana berdasarkan asas bebas, jujur, dan tidak memihak di sidang pengadilan dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini (pasal 1 ayat (9) dalam mengadili oleh hakim ada dua bentuk pertema terhadap tindak pidana ringan Hakimnya tunggal, kedua terhadap perkara umum Hakimnya berbentuk Majelis, bila kita lihat dari tata urutan diatas dapat kita simpulkan bahwa peradilan itulah ujung tombak terakhir dari penegakan hukum itu sendiri dan hakimlah yang berwenang utk menyatakan seseorang bersalah atau tidak bersalah yang ia peroleh daru bukti dan oleh bukti itu Hakim yakin (lihat pasal 183 KUHAP). Lalu apa yg diukur? yang diukur itu adalah alat bukti apakah alat bukti yang dihadirkan itu cukup membuktikan apakah Tedmrdakwa bersalah atau tidak bersalah dengan berpedoman pada undang-undang dan kebiasaan yang berlaku dimasyarakat (hukum yang berlaku dimasyaratkat) (Kepastian Hukum) berat ringanya hukum (keadilan) berbicara keadilan disini tidak cukup diukur melalui hukum itu sendiri (UU) akan tetapi aspek-aspek berlakunya hukum dimasyarakat (sosiologis hukum) berbicara sosiologis sangat luas seluas samudra tunggu episode berikutnya.



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved