Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
SOSIOLOGI HUKUM DALAM PRESPEKTIF PENEGAKAN HUKUM

Apul Sihombing,SH.M.H
Minggu, 07 Nop 2021 03:25 WIB | dilihat: 295 kali
Foto: Foto Apul Sihombing

SOSIOLOGI HUKUM DALAM PRESPEKTIF PENEGAKAN HUKUM

Menyambung tulisa penulis sebelumnya yang telah tanyang di www.babe.news dengan "Judul Fiat justitia ruat caelum" pada tulisan sebelumnya penulis berjanji akan mencoba membahas sosiologi hukum dalam prespektif penegakan hukum. Berbicara soal sosiologi hukum, belakangan sudah semakin berkembang dari sebelumnya, dimana sebelumnya sosiologi itu sendiri hanya digunakan oleh hakim dalam mengadili dan memutus suatu Perkara yang ditanganinya sebagai alat ukur adil atau tidak hukum yang akan dijatuhkan terhadap terdakwa,apa yang dinilai antara lain adalah apakah pelaku merupakan berprofesi sebagai sindikat Pidana yang didakwakan misalanya penjuri, begal, atau kejahatan yang dilakukan berulang-ulang, apakah pelaku kejahatan itu karena terpaksa misalnya mencuri untuk sekedar makan dan biaya yang mendesak itu contoh-contoh yang digali dan diukur dalam menjatuhkan hukuman. belakangan ini sosiologi itu sendiri sudah dapat digunakan oleh Penyidik dan Jaksa Penuntut dengan menggunakan beberapa payung hukum diantaranya Nota Kesepakatan bersama Mahkamah Agung, Kapolri, Kejagung, dan Kemenkumham Nomor: 131/KMA/SKB/X/2012 Tentang penarapan penyesuaian batasan tindak pidana ringan dan jumlah denda acara pemeriksaan cepat serta penarapan keadilan restoraktif (Restorative Justice) dengan menggunakan payung hukum diatas dimung kinkan beberapa bentuk perkara tidak perlu dibawa lagi ke meja peradilan (pengadilan) hal tersebut telah sejalan dengan Pendapat Soerjono Soekanto yang berpendapat Sosiologi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris menganalisa atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala lainnya dimasyarakat.

Sosiologi Hukum (sosiologi of law) adalah pengetahuan hukum terhadap pola perilaku masyarakat dalam konteks sosial. dari uraian diatas penulis menyimpulkan sosiologi hukum itu dalam prespektif penegakan hukum adalah bagaimana para penegak hukum memiliki kemampuan memilih memilah perkara-perkara apa saja yang wajib diajukan kepersidangan dan perkara-perkara apa saja yang dapat diselesaikan secara keadilan restoraktif dengan alat ukur keadilan tidak lagi sekedar berpatokan pada kontekstuan atau unsur-unsur yang terkandung dalam undang-undang semata misalnya pasal pencurian Penyidik sudah harus mampu melihat mengapa pelaku mencuri, berapa jumlah kerugian (harga barang yang dicuri) bagaimana dampak dari perbuatan itu terhadap korban dan gejala-gejala yang timbul dimasyarakat.(Apul Sihombing,S.H.,M.H)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved