Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kasi Intel: Masyarakat Juga Dapat Beri Informasi Keberadaan Basri Lubis

Hendra Ambarita
Minggu, 09 Des 2018 12:00 WIB | dilihat: 338 kali
Foto:

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu, Ade Maulana.



Pasir Pengaraian, RiauBangkit.com- Kepala Kejakaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu Freddy Daniel Simanjuntak, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Ade Maulana, menilai Pihaknya selama ini telah berupaya maksimal mencari keberadaan Basri Lubis.

"Yang namanya manusia kan bergerak. Nanti kita dapat informasi Dia (Basri Lubis) disini, lalu pindah lagi," kata Kasi Intelijen Kejari Rokan Hulu Ade Maulana, Jumat (‎7/12/2018), di Pasir Pengaraian menanggapi aksi damai Gerakan Mahasiswa (GEMA) Rokan Hulu di kantor Kejaksaan Negeri.

Menurutnya, Kejari Rokan Hulu tidak tinggal diam dalam mencari keberadaan Basri Lubis. Sebab, pencarian sudah dilakukan di seluruh kawasan se- Indonesia dengan selalu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) tentang keberadaan terakhir Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ade memastikan, Pihaknya selalu berupaya melacak keberadaan Basri Lubis dan menunggu hasil dari Kejagung. Selain itu, Dia juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan si DPO dapat langsung memberikan informasi ke Kejari Rokan Hulu.

Sebelumnya, sejumlah GEMA Rokan Hulu mengadakan aksi damai Jumat (7/12) pagi, di kantor Kejari Rokan Hulu, komplek Bina Praja Pemda, Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2018.

Koordinator lapangan aksi GEMA Rokan Hulu, Rio, mendesak Kejari segera menangkap H Basri Lubis yang merupakan mantan Ketua Kelompok Tani (Koptan) Siaga Makmur.

Mewakili GEMA, Dia memaparkan 3 (tiga) pernyataan sikap.

Pertama, meminta Kepala Kejari Rokan Hulu mengeksekusi Basri Lubis karena telah terbukti bersalah sesuai dengan UU yang berlaku.

Kedua, GEMA Rokan Hulu memberi waktu kepada Kepala Kejari selama 7 hari untuk menangkap Basri. Ketiga, jika Kejari tidak bisa menangkap Basri, Pihaknya menginginkan Kepala Kejari Rokan Hulu mundur dari jabatannya.

Basri Lubis, Terangnya, sudah divonis 2 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) sesuai amar putusan Kasasi MA nomor.1315.K/pid/2014. Majelis Hakim mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejari Rokan Hulu untuk mengadili Basri Lubis.

Rio menilai, aksi yang dilakukan karena mengganggap Kejari Rokan Hulu tidak mampu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk menangkap Basri Lubis yang sudah menjadi DPO selama 3 tahun terakhir.

Basri Lubis dinilai telah terbukti bersalah atas penggelapan gaji anggota Koptan Siaga Makmur sekira Rp7,2 miliar selama 13 bulan terhitung sejak bulan Juli tahun 2011 hingga Juli 2012, hasil kerjasama pola Perusahaan Inti Rakyat Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (PIR KKPA) dengan PT Togos Gopas.

GEMA juga menilai Basri Lubis melakukan penggelapan pada jabatan dan divonis 2 tahun kurungan. Secara sah, Basri melanggar Pasal 374 Jo Pasal 64 KUHP.*End



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved