Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Lagu Yosua oh Yosua, Diciptakan Seorang Pencipta Lagu Polisi Negara dan Polisi Pilihanku

Redaksi
Senin, 08 Agus 2022 07:36 WIB | dilihat: 13690 kali

 

Jakarta, RBC - Yosua oh Yosua, rintihan salah seorang rakyat Indonesia pecinta kebenaran dan keadilan. Beliau adalah Yamaro Sitompul seorabg Composer Otodidak yang menciptakan lagu dukungan untk Polisi srbagai penegak hukum yang sangat ia banggakan tahun 2006 yang lalu.

Dua (2) buah agu di ciptakan Yamaro untuk Polri yang berjudul "Polisi Negara dan Polisi Pilihanku" pada tahun 2006, semasa Jenderal Pol (Purn) Sutanto sebagai Kapolri. Dan lagu tersebut yang berjudul POLISI NEGARA resmi di nyanyikan oleh Paduan suara Kabareskrim Polri, yang di iringi music Orchestra Mabes Polri pada Hari Bhayangkara 2006, di Gedung PTIK Mabes Polri Jakarta. Saat lagu itu di kumandangkan paduan suara Baresjrim Mabes Polri dan Music Orchestra Mabes Polri, di saksikan oleh Kapokri dan para Jendral mantan mantan Kapolri.

Tahun 2010, satu lembar surat dari Mabes Polri yang di tanda tangangi oleh Irjend Polri Drs Edward Aritonang, MM sebagai Kadiv Humas Polri pada saat itu, Surat dari Polri ucapan terimakasih kepada Yamaro Sitompul atas dukungannya kepada Polri dengan menciptakan Lagu Polisi Negara dan Polisi Pilihanku. Surat tersebut tembusan ke Kapolri, Irwasum Polri, Kabaintelkam Polri.

Dengan kejadian saat ini atas pembunuhan seorang anggota Polri Brigadir Yosua Hutabarat, Yamaro Sitompul menciptakan lagu "Yosua oh Yosua".

Lagu ini di ciptakan pada malam hari sebelum besok paginya pembongkaran makam Brigadir Yosua di Jambi untuk Autopsi ulang yang kedua kalinya.

Pada malam hari Selasa menjelang hari Rabu 27 July 2022 sekitar jam 00:30wib, sang Composer Otodidak Yanaro Sitompul sedang mengikuti perkembangan penanganan pembunuhan Brigadir Yosua, dengan keprihatinannya melihat sangat misterius dalam pengungkap pidana pembunuhan tersebut, dia menuliskan rintihan hatinya terhadap penderitaan Yosua yang terbunuh, juga prihatin dengan begitu lamanya drama penyelidikannya oleh aparat Polri.

YOSUA oh YOSUA

Josua - Josua

Kesatria bela kenaran dan keadilan

Josua - Josua

Kau korban berjuang

Buka MISTERI PIDANA.

Itulah syair lagu Yosua oh Yosua ciptaan Yamaro.

Setelah beredarnya video lagu Yosua oh Yosua di media media sosial dan Youtube, Riaubangkit.com menghubungi Yamaro via telp.

beliau sangat prihatin mengikuti kasus yang sedang ramai di beritakan dimanamana, bahkan ia mengamati para masyarakat Indonesia sudah membahas berita yang simpang siur, bahkan tidak sedikit yang sudah gerah atas penanganan kasus kenatian Josua oleh Polri.

Dengan kecintaannya terhadap Polri, dia menuliskan syair lagu untuk almarhum Brigadir Yosua Hutabarat sebagai anggota Polri, yang mati siasia meninggalkan duka mendalam Ayah dan Ibunya yang melahirkan Yosua.

Yamaro menceritakan perasaannya, dia membayangkan teriakan sang Brigadir Yosua memangil Ibu dan Ayahnya saat drama Pembunuhan sadis itu, dan melihat dari jauh rintihan Ibu Yosua dihadapan peti Jenazah anaknya Yosua yang di lahirkannya, dibesarkan dan di Banggakan, ternyata harus mati siasia. 

Dalam situasi beratnya duka keluarga Yosua, Ayah Yosua begitu berat beban yang ia hadapi antara Jambi dan Jakarta untuk mencari kebenaran dan keadilan atas terbunuhnya anak yang di sayanginya Yosua.

Begitu Juga Kuasa hukum keluarga Yosua yang luarbiasa, Kamaruddin Simanjuntak dan Team kuasa hukum TAMPAK, juga Tantenya Yosua Rohani br Simanjuntak, serta para masyarakat luas di Tapanuli Utara, Medan-Jakarta dan daerah lainnya, mendukung berjuang keras mencari Kebenaran dan keadilan atas kematian Brigadir Yosua di rumah komandannya terungkap terang benderang.

Yamaro Sitompul, sangat membanggakan Polri, tetapi sangat berharap Kapolri saat ini mampu bekerja profesional sebagai penegak hukum yang di perintah Undang undang RI, dalam mengungkap kasus berai ini dengan transparan yang nyata, serta Pak Kapokri mampu membenahi Polri sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apapun hasilnya kasus ini, apakah itu yang di tuduhkan pertama kepada Yosua ? yang tau hanyalah Brigadir Yosua yang tak mungkin lagi bicara. 

Brigadir Yosua Hutabarat sebagai Umat Tuhan dan Yosua sebagai aparat hukun yang telah terpilih jadi anggota Polri, sangatlah tidak dipercaya tuduhan itu oleh masyarakat luas. Brigadir Yosua tepilih jadi anggota Polri karena Kepintaran, sehat Jasmani dan Rohani, sehingga bisa terpilih di percaya sebagai salah seorang pengawal Komandan dan keluarga komandannya, bahkan mereka pengawal sang konandan bukan hanya Yosua, tapi ada beberapa petsonil. Tak masuk akal Yosua segampang itu melakukan hal hal melawsn hukum terhadap komsndan dan keluarga komandannya. Sangatlah ketat setiap pengawalan komandan dan keluarga memiliki aturan displin yang tinggi tentang setiap pergerakan para pengawal.

Hal tuduhan keluarga sang Mantan komandan alm Brigadir Yosua kepada Brigadir Yosua dibunuh di rumah dinas Kadiv Propam Polri tersebut, hanya Tuhan dan Yosua sang Brigadir yang tau kebenaranya.

Semoga Polri dan Kuasa Hukum keluarga bersibergi mengungkap peristiwa ini dengan se benar benarnya dan se adiladil nya. Kol lll

Demikian penuturan Yamaro Sitompul Composer Otodidak kepada Riaubangkit,com. (red)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved