Home / Bisnis & Ekonomi

Ekspor Bijih Nikel Dilarang, Wilayah Indonesia Timur Booming
Penulis: Patar Simanjuntak | Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:35 WIB Dibaca: 198 kali


Jakarta, RBC - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa, mengungkap ada fenomena booming di Indonesia bagian timur. Booming yang dimaksud adalah persoalan Nikel.

Fenomena tersebut diceritakan dalam acara Indonesia Millennial Summit di The Tribrata, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

"Kalau kita bicara teman-teman muda ini lebih banyak berbicara soal digitalisasi. Kalau di Indonesia timur ini masih berbicara banyak tentang  manufacturing, pertanian, kemudian perikanan, dan perkebunan. Jadi kalau kita bicara hari ini apa yang menjadi booming ekonomi di Indonesia timur itu adalah nikel. Dan juga mungkin emas, tembaga," katanya.

Dilansir dari cnbc.indonesia.com, bahwa Komisaris Utama Bosowa Corporation ini menilai, khusus untuk nikel, saat ini investasi terbesar sektor mineral ada di wilayah timur Indonesia. Mulai dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Halmahera, Maluku Utara, dan sebagainya.

"Sampai Papua, di Raja Ampat sana ada cadangan nikel yang begitu besar. Dan ini sekarang sedang terjadi pembangunan besar-besaran," urainya.

Dia pun menyebut, kini Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia. Apalagi, ada kebijakan setop ekspor bahan mentah nikel, hal ini membuat para investor berebut datang ke Indonesia.

"Bahkan sekarang sedang dibangun industri baterai, karena baterai-baterai yang dipakai, bahkan baterai HP itu ada kandungan nikel di dalamnya. Jadi sekarang sedang dibangun industri baterai untuk kepentingan mobil listrik, elektronik, dan sebagainya," katanya.

Erwin Aksa tak ragu menyebutkan bahwa ke depan Indonesia timur akan menjadi pusat dari manufacturing tembaga dan mineral lainnya. Ia berharap besar bahwa ini akan membawa pertumbuhan positif

"Sehingga akan mengubah Indonesia timur menjadi daerah yang berbasis manufacturing tembaga tersebut. Kalau kita lihat Sumatera kan basisnya  plantation, dan oil and gas. Kalau di Jawa mungkin jasa, ada juga oil and gasnya. Kemudian di Kalimantan ada batu bara, ada plantation, ada oil and gas juga."

"Kalau di Sulawesi sekarang ini karena nikel begitu besar potensinya, sekarang menjadi investasi yang luar biasa dan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur," katanya. (cnbcic/pm)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Senin, 17 Pebruari 2020 | 00:00 WIB
Optimis IPO Tahun Ini, PTPN V Akan Perkuat Produk Hilirisasi Sawit
Selasa, 04 Pebruari 2020 | 11:51 WIB
Pertamina Lakukan Penyesuaian Harga BBM Per 1 Februari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:35 WIB
Ekspor Bijih Nikel Dilarang, Wilayah Indonesia Timur Booming
Rabu, 15 Januari 2020 | 15:54 WIB
India Boikot Sawit Malaysia, Indonesia Untung
Senin, 06 Januari 2020 | 18:18 WIB
AS-Iran Konflik, Mayoritas Mata Uang di Asia Lemas Terhadap Dolar AS
Senin, 16 Desember 2019 | 22:48 WIB
Soal Biodiesel, Indonesia Siap Gugat Eropa ke WTO
Senin, 16 Desember 2019 | 17:40 WIB
Jokowi : Setelah Nikel, Kini Ekspor Bauksit Pun Akan Disetop, Ngapain Takut ?
Minggu, 08 Desember 2019 | 20:51 WIB
BPH Migas Pasang Jurus,
Cegah BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran
Sabtu, 30 Nopember 2019 | 05:52 WIB
Menkeu RI Sosialisasi Insentif Pajak Baru
Kamis, 12 April 2018 | 02:47 WIB
Merupakan Event Penting mempromosikan Daerah Se-Indonesia, Bupati Meranti Menghadiri Sosialisasi APKASI Otonomi Expo 2018,
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit