Home / Bisnis & Ekonomi

Optimis IPO Tahun Ini, PTPN V Akan Perkuat Produk Hilirisasi Sawit
Penulis: Patar Simanjuntak | Senin, 17 Pebruari 2020 | 00:00 WIB Dibaca: 124 kali

Pekerja periksa pipa instalasi gas metan di  Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBio) berkapasitas 700 KW di PKS PTPN V Terantam, Kampar, Riau 

 


Pekanbaru, RiauBangkit.Com - PT Perkebunan Nusantara V atau PTPN V tetap optimistis bakal mengeksekusi rencana penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering / IPO) pada tahun ini kendati kondisi pasar modal masih menantang.

Dilansir dari bisnis.com, Jatmiko Santosa, Direktur Utama PTPN V, mengungkapkan saat ini tim persiapan IPO sudah bekerja dan sedang dalam proses penunjukan lembaga dan profesi penunjang. Sejauh ini, perusahaan perkebunan pelat merah ini baru menunjuk profesi konsultan hukum.

“Untuk IPO kami sedang studi dan kaji terus, legal dan due dilligence sedang jalan semua. Kami terus koordinasi dengan pemegang saham juga dan masih melihat kondisi market,” kata Jatmiko di Pekanbaru, sebagaimana disampaikan kepada bisnis.com, Jumat (14/2/2020).

Ia melanjutkan, setelah melihat waktu yang pas barulah dokumen resmi untuk pengajuan IPO bakal diteruskan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun, PTPN V menargetkan realisasi listing pada tahun ini setidaknya terjadi pada paruh kedua 2020. Untuk ukuran dana yang akan dihimpun, Jatmiko belum bisa menyampaikan karena masih dihitung.

Jatmiko menegaskan pada prinsipnya, perseroan ingin IPO ini dapat diterima di pasar dan saham yang ditawarkan menjadi likuid. Dengan kata lain, pelaksanaan IPO ini bukan hanya sekadar mengubah status menjadi perusahaan tercatat.

Pasalnya, IPO ini bakal jadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi keuangan seluruh holding Grup PTPN,.

“Saya sampaikan juga ke pemegang saham, kalau ini dijadikan bagian dari langkah restruktursisasi Grup PTPN, artinya kita tidak boleh main-main dalam IPO ini. Ini beneran IPO, bukan abal-abal lah istilahnya,” katanya.

Hal terpenting, lanjut Jatmiko, perseroan tetap mencermati segala perkembangan yang terjadi di pasar mengingat kondisi bursa domestik yang masih terselimuti sentimen negatif telah menekan IHSG sebesar 6,87 persen ke level 5.866,94 secara year-to-date (ytd) hingga akhir pekan lalu.

Dengan demikian, perseroan akan tetap melanjutkan persiapan penuh untuk dapat go public pada tahun ini dan segera melantai ketika waktu sudah dinilai tepat.

“Kami tidak bisa memaksakan, optimis sendirian juga tidak mungkin. Makanya kami lihat kondisi pasar, yang pasti kami lakukan persiapan penuh untuk listing tahun ini,” ujar Jatmiko.

Hilirisasi Sawit Indonesia Dibawah Malaysia

Lebih lanjut, Jatmiko menyampaikan sebagian dana yang dihimpun lewat IPO nanti bakal digunakan untuk memperkuat hilirisasi produk kelapa sawit milik perseroan.

"Kemarin kami bicara dengan pemegang saham, kan Riau ini kebun sawit yang terbesar di Indonesia. Dari posisi itu, otomatis potensi hilirisasi kan di sini," ujarnya.

Saat ini, PTPN V telah menandatangani kontrak dengan PT Pertamina sebagai pemasok buah sawit untuk produksi biodiesel yang menjadi program pemerintah.

Namun, secara paralel, perseroan juga berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki teknologi untuk mengembangkan sisi hilirisasi produk sawit. Adapun, saat ini proses pengajian untuk hilirisasi ini tengah dilakukan di Kota Dumai.

"Teknologi yang berbeda ini ditimbang-timbang, mana yang paling efisien karena ada beberapa teknologi. Sangat mungkin [dana] IPO nanti sebagian untuk masuk ke hilirisasi," ujar Jatmiko.

Sebelumnya, Bank Indonesia Perwakilan Riau juga menyarankan perlunya hilirisasi untuk menjawab tantangan dari menurunnya permintaan kelapa sawit dan minyak bumi dari luar negeri.

Kepala Perwakilan BI Riau Decymus menyampaikan saat ini berbagai hambatan dari negara tujuan ekspor kelapa sawit banyak menyasar produk primer dan intermediate. Dengan mendorong hilirisasi, produk-produk final goods berbasis kelapa sawit akan selamat dan tidak banyak mengalami hambatan.

“Sektor berbasis kelapa sawit dan minyak bumi sudah sejak lama menjadi sektor yang besar, hampir 80 persen ekonomi Riau. Tiada tantangan yang lebih relevan atas sektor gemuk ini selain hilirisasi,” tuturnya.

Dirinya menegaskan bahwa hilirisasi di Riau masih dapat lebih ditingkatkan lagi. Saat ini, industri berbasis kelapa sawit di Riau baru mampu menghasilkan 20 jenis produk turunan, jauh di bawah Malaysia yang sudah menghasilkan 147 produk turunan. (bc/pm)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Senin, 17 Pebruari 2020 | 00:00 WIB
Optimis IPO Tahun Ini, PTPN V Akan Perkuat Produk Hilirisasi Sawit
Selasa, 04 Pebruari 2020 | 11:51 WIB
Pertamina Lakukan Penyesuaian Harga BBM Per 1 Februari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:35 WIB
Ekspor Bijih Nikel Dilarang, Wilayah Indonesia Timur Booming
Rabu, 15 Januari 2020 | 15:54 WIB
India Boikot Sawit Malaysia, Indonesia Untung
Senin, 06 Januari 2020 | 18:18 WIB
AS-Iran Konflik, Mayoritas Mata Uang di Asia Lemas Terhadap Dolar AS
Senin, 16 Desember 2019 | 22:48 WIB
Soal Biodiesel, Indonesia Siap Gugat Eropa ke WTO
Senin, 16 Desember 2019 | 17:40 WIB
Jokowi : Setelah Nikel, Kini Ekspor Bauksit Pun Akan Disetop, Ngapain Takut ?
Minggu, 08 Desember 2019 | 20:51 WIB
BPH Migas Pasang Jurus,
Cegah BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran
Sabtu, 30 Nopember 2019 | 05:52 WIB
Menkeu RI Sosialisasi Insentif Pajak Baru
Kamis, 12 April 2018 | 02:47 WIB
Merupakan Event Penting mempromosikan Daerah Se-Indonesia, Bupati Meranti Menghadiri Sosialisasi APKASI Otonomi Expo 2018,
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit