Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Diduga Pimpinan Bank BRI unit Alahair Selatpanjang Menyetujui Pinjaman KUR Nasabah Tanpa NPWP.

Admin
Jumat, 08 Mei 2020 12:00 WIB | dilihat: 11728 kali
Foto:

Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Alahair

Selatpanjang Kabupaten Kepulaun Meranti



Meranti Riaubangkit.com - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Alah air diduga selain tidak Mengikuti SOP yang telah ditetapkan. Diindikasi Pihak Bank BRI unit Alah air sengaja merugikan Nasabah dengan cara menciptakan persoalan dan hambatan agar bisa menahan sebagian Jumlah Pinjaman yang disetujui Pimpinan Bank BRI unit Alah air.
 
Hal itu terungkap ketika Salah satu Nasabah Bank BRI Unit Alah Air yang Nama Inisial SPRN warga Desa kundur mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengakui dirinya kecewa karna Pinjaman yang telah disetujui Oleh Pimpinan Bank BRI Unit Alah Air  Berjumlah Rp. 35.000.000, tidak sepenuhnya ia terima.
 
Diceritakannya, Sekitar bulan maret tahun 2020 kemaren saya mengajukan Perpanjang pinjaman KUR ke Bank BRI unit Alah Air dengan membawa Berkas dan melengkapi Syarat yang ditetapkan Oleh Pihak Bank BRI, lalu pihak bank BRI mengkoreksi berkas pengajuan saya, dan hasilnya pengajuan saya disetujui dengan jumlah Rp.35.000.000. 
 
Lalu saat mau mencairkan Dana yang di setujui saya tanda tangani berkas pencairannya, 
Begitu selesai tandatangani berkas pencairan baru lah pihak bank mengatakan pengajuan bapak disetujui Rp.35.000.000, tapi separuhnya Ditahan atau diblokir pihak bank sekitar Rp.12.000.000 dengan alasan Diminta untuk melengkapi NPWP. kalo NPWP nya Udah selesai baru dicairkan Rp.10. 000.000, dan Rp. 2.000.000 akan dikasi apabila Nasabah sudah melunasi semua Ansuran Pinjaman.
 
"Yang anehnya pengajuan dari awal berkas saya tidak ada masalah, setelah mau dicairkan baru disuruh melengkapi berkas yang kurang, kemudian saya hanya menerima separuh tapi pembayaran Angsuran Tetap Rp.2.018.000. Tentulah saya tidak terima karna pinjaman yang saya terima hanya Rp.23.000.000, tidak Rp.35.000.000." tutupnya.
 
Ditempat terpisah Pegawai Kantor Pajak Selatpanjang Saat Media ini menghubungi mengatakan Setiap Nasabah yang mengajukan Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Standar Oprasional Prosedur (SOP) nya Wajib Membuat NPWP.
 
"Itu Sesuai kesepakatan MOU yang dilakukan Oleh Dirtjen Keuangan Dengan Pihak Bank yang berlangsung pada tahun 2017 Yang lalu, yang Jelas Prosedurnya setau saya Apabila Seluruh Berkas Nasabah udah Lengkap Termasuk NPWP sudah siap baru bisa diproses, dan tergantung pihak bank lah yang Menyetuju atau tidak, yang jelas Nasabah Wajib Membuat NPWP." Kata Salah satu pegawai Kantor Pajak saat dihubungi melalui Via Telpon Sabtu Sore 08/05/2020.*** (Rls/Tim)


Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved