Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Pengajuan Kredit Uang Rakyat Melalui Bank BRI Diduga Ada Permainan Oknum Pegawai Bank BRI.

Admin
Sabtu, 09 Mei 2020 12:00 WIB | dilihat: 9827 kali
Foto:

Kantor Bank Bank BRI Unit Alah Air

Jalan Alah Air Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti



Meranti Riaubangkit.com- Mulai jadi Perbincangan dimasyarakat Kabupaten Meranti Terkait Prosedur dan aturan yang wajib saat mengajukan Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit alah air jalan Alah Air Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Pasalnya beberapa Nasabah saat menjumpai Media ini sabtu pagi, dengan menunjukan kekesalannya serta tidak terima karna pengajuan Kreditnya berkas lengkap tapi tidak distujui Oleh pihak bank BRI, sedangkan Pengajuan yang tidak lengkap Bisa disetujui oleh Pihak Bank BRI unit Alah air selatpanjang. 
 
"Ini perlu ditelusuri, bila perlu kita ramai ramai datang ke Bank BRI Unit Alah air selatpanjang." jelas salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
 
Tidak hanya itu seperti yang ditambahkan nya Dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-06/PJ.23/1995 tentang Kewajiban Penyampaian NPWP dan Laporan Keuangan Dalam Permohonan Kredit semua sudah jelas, Kewajiban melampirkan NPWP saat pengajuan kredit bank sebagai bentuk kepatuhan pihak perbankkan yang telah di atur oleh Pemerintah bila mana pihak Bank menyetujui Pengajuan Kredit tanpa NPWP berarti pihak Bank telah melanggar peraturan yang telah ditetap kan Pemerintah. 
 
Lebih jauh dikatakannya bahwa terlihat pihak bank BRI unit Alahair selatpanjang tidak transparan dan tidak Profesional serta tidak mengikuti Surat keputusan oleh Direksi Bank Indonesia Nomor 27/121/KEP/DIR tanggal 25 January 1995 trntang penyampaiayan Nomor Pokok Wajib Pajak dan laporan keuangan dalam permohonan Kredit, sebagai mana telah diubah dengan surat keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 28/83/KEP/DIR tanggal 12 oktober 1995 mengatur Hal hal antara lain salah satunya yaitu pada setiap pengajuan Permohonan Kredit, Bank WAJIB Meminta kepada pemohon kredit untuk melapirkan Foto Copy NPWP. Namun itu semua tidak diterapkan Di Bank BRI Unit Alah Air Selatpanjang. Tutupnya.
 
Menanggapi persoalan tersebut, pihak Bank BRI Unit Alah Air Belum bisa dihubungi.
 
Sebagai mana yang diberitakan Sebelumnya Meranti Riaubangkit.com - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Alah air diduga selain tidak Mengikuti SOP yang telah ditetapkan. Diindikasi Pihak Bank BRI unit Alah air sengaja merugikan Nasabah dengan cara menciptakan persoalan dan hambatan agar bisa menahan sebagian Jumlah Pinjaman yang disetujui Pimpinan Bank BRI unit Alah air.
 
Hal itu terungkap ketika Salah satu Nasabah Bank BRI Unit Alah Air yang Nama Inisial SPRN warga Desa kundur mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengakui dirinya kecewa karna Pinjaman yang telah disetujui Oleh Pimpinan Bank BRI Unit Alah Air  Berjumlah Rp. 35.000.000, tidak sepenuhnya ia terima.
 
Diceritakannya, Sekitar bulan maret tahun 2020 kemaren saya mengajukan Perpanjang pinjaman KUR ke Bank BRI unit Alah Air dengan membawa Berkas dan melengkapi Syarat yang ditetapkan Oleh Pihak Bank BRI, lalu pihak bank BRI mengkoreksi berkas pengajuan saya, dan hasilnya pengajuan saya disetujui dengan jumlah Rp.35.000.000. 
 
Lalu saat mau mencairkan Dana yang di setujui saya tanda tangani berkas pencairannya, 
Begitu selesai tandatangani berkas pencairan baru lah pihak bank mengatakan pengajuan bapak disetujui Rp.35.000. 000, tapi separuhnya Ditahan atau diblokir pihak bank sekitar Rp.12.000.000 dengan alasan Diminta untuk melengkapi NPWP. kalo NPWP nya Udah selesai baru dicairkan Rp.10.000.000, dan Rp. 2.000.000 akan dikasi apabila Nasabah sudah melunasi semua Ansuran Pinjaman.
 
"Yang anehnya pengajuan dari awal berkas saya tidak ada masalah, setelah mau dicairkan baru disuruh melengkapi berkas yang kurang, kemudian saya hanya menerima separuh tapi pembayaran Angsuran Tetap Rp.2.018.000. Tentulah saya tidak terima karna pinjaman yang saya terima hanya Rp.23.000.000, tidak Rp.35.000.000." tutupnya.
 
Ditempat terpisah Pegawai Kantor Pajak Selatpanjang Saat Media ini menghubungi mengatakan Setiap Nasabah yang mengajukan Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Standar Oprasional Prosedur (SOP) nya Wajib Membuat NPWP.
 
"Itu Sesuai kesepakatan MOU yang dilakukan Oleh Dirtjen Keuangan Dengan Pihak Bank yang berlangsung pada tahun 2017 Yang lalu, yang Jelas Prosedurnya setau saya Apabila Seluruh Berkas Nasabah udah Lengkap Termasuk NPWP sudah siap baru bisa diproses, dan tergantung pihak bank lah yang Menyetuju atau tidak, yang jelas Nasabah Wajib Membuat NPWP." Kata Salah satu pegawai Kantor Pajak saat dihubungi melalui Via Telpon Sabtu Sore 08/05/2020,***(Rls/Tim)
 
 


Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved